Ekonomi

IHSG Menguat 0,48% ke 6.548,85 Didukung Kepastian Gubernur BI

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG naik 0,48% ke level 6.548,85 pada sesi I 28 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi I perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, menutup jeda siang di level 6.548,85 atau naik 0,48%. Pergerakan ini tercatat setelah pasar menimbang kepastian pengganti Gubernur Bank Indonesia dan prospek kebijakan suku bunga The Fed.

Ringkasan pergerakan pasar

IHSG bergerak di rentang 6.535—6.566 selama sesi I. Volume perdagangan mencapai 24,79 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp9,02 triliun hingga jeda siang. Mayoritas saham menunjukkan penguatan yang mendorong indeks.

  • Jumlah saham menguat: 330
  • Jumlah saham melemah: 277
  • Jumlah saham stagnan: 179

Faktor eksternal: pidato The Fed

Bursa regional Asia juga menguat jelang pidato Ketua The Fed. Analis menilai pidato tersebut akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga di tengah ketegangan geopolitik.

"Pidato ini akan menjadi petunjuk arah suku bunga di tengah kebuntuan diplomatik Amerika Serikat (AS)-Iran,"

Menurut catatan analis, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap berada di atas 70 persen, sehingga pasar menaruh perhatian pada sinyal hawkish atau dovish dari pernyataan tersebut.

Sentimen domestik: kepastian Gubernur BI

Dari dalam negeri, pasar mendapat sentimen positif setelah seluruh rangkaian fit and proper test rampung dan Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI untuk periode 2026–2031. Kepastian ini dianggap meredakan ketidakpastian kebijakan moneter jangka pendek.

Aksi audiensi DPR dan unjuk rasa yang dilaporkan berjalan tertib juga membantu menjaga stabilitas pasar sehingga pelaku pasar berani melakukan akumulasi posisi, meski penguatan indeks masih di bawah 1 persen.

Implikasi dan prospek

Penguatan sesi I memberikan sinyal stabilitas jangka pendek dan membuka peluang akumulasi di sektor-sektor penggerak utama. Namun, pasar tetap sensitif terhadap hasil pidato The Fed dan perkembangan geopolitik internasional yang dapat mengubah ekspektasi suku bunga global.

Investor perlu mencermati rilis data ekonomi mendatang dan pernyataan resmi bank sentral untuk menilai kelanjutan tren pasar pada sesi perdagangan berikutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait