FOMO sampai Delulu: 6 Istilah Gaul Populer di Kalangan Gen Z
Generasi Z kini sering memakai berbagai istilah gaul dalam percakapan sehari-hari, baik di media sosial maupun di luar platform digital. Istilah seperti FOMO, delulu, healing, spill, dan red flag semakin lazim terdengar karena perkembangan media sosial yang mempercepat penyebaran kosakata baru.
Istilah-istilah yang sering dipakai
Berikut beberapa istilah yang kerap digunakan Gen Z dan maknanya dalam percakapan sehari-hari.
- FOMO — singkatan dari fear of missing out. Istilah ini menggambarkan rasa khawatir atau takut tertinggal aktivitas yang dilakukan orang lain, sehingga seseorang merasa perlu mengikuti tren atau kegiatan tertentu.
- Delulu — berasal dari kata bahasa Inggris delusional. Kata ini sering dipakai bercanda untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berkhayal atau memiliki keyakinan yang dianggap tidak realistis.
- Healing — digunakan untuk menyebut kegiatan yang dilakukan untuk beristirahat atau memulihkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas. Di media sosial, istilah ini berkembang menjadi ungkapan yang lebih umum bagi anak muda.
- Spill — dipakai ketika seseorang diminta membagikan informasi atau menceritakan sesuatu secara terbuka. Menurut keterangan kamus, kata ini merujuk pada tindakan 'membocorkan' cerita atau informasi (Merriam-Webster).
- Red flag — istilah yang menyebut perilaku atau situasi yang dianggap sebagai tanda peringatan dalam hubungan maupun pergaulan.
"Kepanjangan dari FOMO adalah fear of missing out, yaitu rasa khawatir atau takut tertinggal aktivitas yang dilakukan orang lain."
Bagaimana istilah itu menyebar
Media sosial menjadi ruang utama penyebaran istilah-istilah baru. Kata yang awalnya populer di komunitas tertentu cepat berpindah platform dan masuk ke percakapan sehari-hari anak muda. Penggunaan singkatan dan bahasa ringkas memudahkan adopsi luas dalam waktu singkat.
Pentingnya menyesuaikan konteks
Meskipun istilah gaul mempermudah komunikasi di kalangan sebaya, penggunaannya perlu disesuaikan dengan situasi. Kata yang lazim dipakai dalam obrolan santai belum tentu tepat digunakan dalam lingkungan formal seperti kantor atau institusi pendidikan.
Implikasi dan perkembangan ke depan
Perkembangan kata-kata gaul menunjukkan bahwa bahasa mengikuti perubahan cara manusia berkomunikasi. Istilah yang lahir di media sosial berpotensi menjadi bagian dari bahasa sehari-hari, namun juga rawan berubah cepat. Memahami makna dan konteks tetap penting agar komunikasi tetap efektif dan tidak menimbulkan salah paham.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Visa Schengen Hingga 5 Tahun dan Beasiswa ke Eropa
Duta Besar Uni Eropa paparkan skema visa cascade yang bisa beri akses multi-entry hingga lima tahun serta ra...
Beragam Tradisi Maulid Nabi di Indonesia: Sekaten hingga Panjang Jimat
Maulid Nabi diperingati 12 Rabiul Awal; di Indonesia dirayakan lewat tradisi lokal seperti Sekaten, Garebeg...
Kemenbud Siapkan 3 Pilar Pemulihan Desa Adat Sade
Kemenbud siapkan tiga pilar pemulihan fisik, ekonomi, dan kebudayaan untuk Desa Adat Sade setelah kebakaran...
Tradisi Maulid di Indonesia: Sekaten, Baayun, Maudu dan Lainnya
Indonesia merayakan Maulid dengan tradisi lokal seperti Sekaten, Baayun Maulid, Maudu Lompoa, Walima, dan En...
Asal Usul dan Ragam Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
Maulid Nabi diperingati setiap tahun di Indonesia dengan bentuk tradisi daerah yang beragam, dari Sekaten hi...
Restoran Halal di Taipei Raup Ratusan Juta, Pemilik dari Cilacap
Kedai Sri Rahayu di Taipei, didirikan oleh Sri Purwanti asal Cilacap, kini meraup ratusan juta rupiah per bu...