Kemenbud Siapkan 3 Pilar Pemulihan Desa Adat Sade
Kementerian Kebudayaan menyusun rencana pemulihan untuk Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, pasca kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus 2026, yang menghanguskan sekitar 167 bangunan. Pemerintah menempatkan perlindungan budaya dan pemulihan sosial-ekonomi sebagai prioritas mendesak.
Tiga pilar pemulihan
Menbud Fadli Zon menyatakan pemulihan Desa Adat Sade difokuskan pada tiga pilar utama. Ketiga pilar ini menjadi kerangka kerja untuk upaya rekonstruksi dan revitalisasi budaya.
- Pemulihan fisik: memugar bangunan adat menggunakan bahan tradisional dan teknik lokal.
- Pemulihan perekonomian: menghidupkan kembali aktivitas ekonomi tradisional masyarakat terdampak.
- Pemajuan kebudayaan: melindungi dan merekonstruksi objek budaya, termasuk manuskrip yang rusak.
Bahan tradisional dan mitigasi kebakaran
Rekonstruksi akan memakai bahan tradisional seperti kayu, bambu, ijuk, dan alang-alang agar bentuk dan nilai budaya tetap terjaga. Selain itu, rencana pemulihan mencakup pemasangan fasilitas mitigasi kebakaran untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di masa depan.
Dukungan sarana ekonomi dan pelestarian naskah
Kemenbud menyiapkan dukungan sarana untuk mengembalikan mata pencaharian tradisional. Salah satu bentuk dukungan adalah penyediaan alat tenun beserta perlengkapannya agar warga bisa segera melanjutkan produksi tekstil tradisional.
Kami bergerak cepat melakukan koordinasi lapangan, pendataan dampak, serta menyusun peta tindak lanjut,
- Fadli Zon, Menteri Kebudayaan (24 Agustus 2026)
Pemulihan kebudayaan juga meliputi rekonstruksi sejarah: duplikasi manuskrip kuno yang ikut terbakar akan dibuat dengan memanfaatkan koleksi sejenis yang tersimpan dan terdokumentasi di Museum Nusa Tenggara Barat.
Empat tahap strategis pemulihan
Proses pemulihan direncanakan dalam empat tahap agar pelaksanaan terarah dan akuntabel:
- Tanggap darurat: mengamankan lokasi dan menyelamatkan material budaya yang tersisa.
- Asesmen dan dokumentasi: pengukuran arsitektur dan inventarisasi benda budaya sebagai dasar rekonstruksi.
- Pelindungan dan pemulihan: penyusunan kajian teknis serta pemugaran bangunan adat terdampak.
- Penguatan keberlanjutan: digitalisasi dokumen dan pengembangan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga memulihkan mata pencaharian dan memastikan keberlanjutan nilai budaya Sade. Pelaksanaan akan diawasi dan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen lapangan sehingga proses rekonstruksi tetap menghormati kearifan lokal dan kebutuhan komunitas.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
5 Tips Aman Hadapi Tanjakan Saat Touring Motor
Lima tips aman menghadapi tanjakan saat touring motor: atur kecepatan, gunakan gigi tepat, jaga jarak, posis...
Persiapan Touring Motor: Pastikan Fisik Pengendara Siap
Sebelum touring motor saat liburan, persiapan fisik pengendara sama pentingnya dengan cek kendaraan untuk me...
Bandung: Orang Tua Pilih Personal Care Anak yang Wangi Tahan Lama
Orang tua di Bandung kian memilih personal care anak yang membersihkan sekaligus memberi wangi tahan lama un...
Aceh Barat Daya Wajibkan Pedagang Berhenti Jualan Saat Azan
Pemerintah Aceh Barat Daya mewajibkan pedagang menghentikan jualan saat azan lima waktu; penegakan oleh Wila...
Destinasi NTT Tutup Pasca Gempa Magnitudo 7,7, Labuan Bajo Kembali Operasi
Beberapa destinasi wisata di NTT tutup sementara setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus; Labuan Bajo da...
DeadSquad, Jasad, Death Vomit Ditinggal Promotor di Eropa
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit ditinggal promotor di Eropa setelah konser di Cork dan London dibatalkan a...