Ekonomi

IHSG Turun 0,37% ke 6.501,66 pada Penutupan 24 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik IHSG turun saat penutupan 24 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 24,023 poin atau 0,37 persen ke level 6.501,66 pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Penurunan terjadi di tengah sentimen eksternal terkait kebijakan AS terhadap Iran, kekhawatiran ekonomi Tiongkok, dan tekanan fundamental domestik pada defisit transaksi berjalan.

Pergerakan pasar hari ini

IHSG dibuka pada 6.544,00 dan sempat menyentuh titik tertinggi 6.551,00 sebelum bergerak turun ke level terendah 6.474,57. Secara sektoral, pergerakan saham cenderung didominasi aksi jual seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Data perdagangan

Aktivitas transaksi tercatat relatif padat. Berikut ringkasan data perdagangan pada penutupan:

Item Angka
Volume transaksi 35,421 miliar saham
Nilai transaksi Rp13,972 triliun
Frekuensi perdagangan 2.172.604 kali
Saham naik 259
Saham turun 367
Saham stagnan 166

Sentimen global menekan pasar

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat pelemahan bursa regional Asia sejalan turunnya futures saham AS. Hal ini berkaitan dengan rencana pengumuman kebijakan baru terhadap Iran dari pejabat AS yang menimbulkan kehati-hatian investor.

“Investor mencermati rencana sanksi tambahan AS terhadap Iran,”

Artikel menyebutkan bahwa Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dijadwalkan memberikan keterangan terkait rencana tersebut. Selain itu, pasar juga menantikan hasil pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok pada 25-28 Agustus 2026 untuk mencari sinyal kebijakan pro-pertumbuhan.

Tekanan dari kondisi domestik

Dari sisi domestik, kekhawatiran utama adalah pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia. Pada kuartal II 2026, defisit tercatat sekitar USD12,49 miliar atau sekitar 3,3 persen terhadap PDB. Pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai faktor yang dapat memperberat tekanan pada posisi eksternal dan sentimen investor.

“Pelaku pasar berharap Beijing mengeluarkan kebijakan tambahan untuk mendorong pertumbuhan,”

Outlook

Kombinasi sentimen eksternal dan tekanan fundamental domestik diperkirakan akan membuat pergerakan IHSG tetap rentan di sesi berikutnya. Investor akan memantau perkembangan kebijakan AS dan hasil pertemuan Tiongkok, serta data ekonomi lanjutan yang dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait