IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini di Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan akhir pekan lalu, IHSG naik 0,37% ke level 6.525,69, didukung pelemahan dolar dan optimisme prospek ekonomi.
Sentimen pasar dan perkiraan pergerakan
Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support pada level 6.500 dan resistance di level 6.700. Mereka mengingatkan pasar untuk tetap mewaspadai sentimen negatif jangka pendek.
Utamanya terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari rebalancing indeks FTSE Global Equity Indeks
Pergerakan harga dipengaruhi oleh faktor domestik seperti penguatan nilai tukar rupiah, serta sentimen global yang lebih dominan.
Faktor eksternal yang mempengaruhi
Phintraco menyoroti beberapa faktor eksternal yang menjadi perhatian investor hari ini. Pertama, pergerakan dan prospek suku bunga global serta imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang.
Yield US-Treasury terus naik. Tenor 10 tahun naik sekitar 3 bps ke 4,73%, sementara tenor 30 tahun naik lebih dari 3 bps ke 5,27%. Kenaikan yield ini memberi tekanan pada aset berisiko, termasuk saham.
Kedua, pasar akan mengikuti perkembangan di Simposium Jackson Hole, yang dinilai penting untuk melihat arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor mencari sinyal apakah The Fed akan mempertahankan atau menyesuaikan sikap terhadap kenaikan imbal hasil obligasi belakangan ini.
Harga energi dan risiko geopolitik
Harga minyak Brent bergerak relatif stabil di kisaran USD94 per barel. Stabilitas ini muncul di tengah indikasi bahwa Iran berupaya mengakhiri konflik dengan AS, yang jika berlanjut bisa meredam risiko pasokan energi global.
Implikasi untuk investor
Dengan kombinasi penguatan rupiah dan optimisme ekonomi, IHSG memiliki potensi lanjut menguat. Namun, investor disarankan menjaga likuiditas dan memantau berita global, terutama perkembangan yield US-Treasury dan hasil Simposium Jackson Hole.
Pergerakan indeks hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen luar negeri, sehingga aksi korporasi seperti rebalancing indeks FTSE dapat menimbulkan volatilitas jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Naik Tipis Awal Pekan, Dipicu Pelemahan Dolar
Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.689 per dolar Senin 24 Agustus 2026, terdorong pelemahan dolar namun ter...
IAW: Keterbukaan Wajib jika Ada Transaksi 62% Saham BYAN
IAW minta keterbukaan dan penelusuran bukti jika rumor transaksi 62% saham BYAN benar-benar terjadi.
IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan pada Awal Pekan
IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan pada pembukaan pekan ini, didukung rupiah dan optimisme ekonomi namu...
UMKM Diminta Lindungi Karya Jadi Aset Ekonomi
Asisten Gubernur BI mengajak UMKM mendaftarkan hak kekayaan intelektual agar karya diakui hukum, bernilai ek...
Perdagangan Saham Sepekan: Volume Harian BEI Naik 47,9%
BEI mencatat lonjakan rata-rata volume harian 47,90% pada 18—21 Agustus 2026; IHSG dan kapitalisasi pasar ju...
Kopi Jawa Barat Tembus Inggris: Ekspor Perdana 10 Ton Rp2,64 M
Kemendag dan Pemprov Jabar melepas ekspor perdana 10 ton kopi Java Halu ke Inggris senilai USD155.000 (Rp2,6...