Ekspor Perikanan Indonesia ke Jepang Capai USD589,86 Juta
Ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang mencapai USD589,86 juta pada 2025, naik 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada periode Januari–Juni 2026 nilai ekspor tercatat USD279 juta, dengan komoditas utama udang dan ikan beku.
Data ekspor dan komoditas utama
Data dari Kedutaan Besar RI di Tokyo menunjukkan tren positif pada pasar Jepang. Kenaikan 6,5 persen mengindikasikan permintaan yang masih kuat untuk produk laut Indonesia.
Periode awal 2026 menegaskan momentum tersebut, di mana udang dan produk ikan beku menjadi andalan ekspor.
Partisipasi Indonesia di JISTE 2026
Indonesia memperkuat promosi melalui keikutsertaan pada The 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 yang berlangsung di Tokyo pada 19–21 Agustus 2026. Paviliun Indonesia menampilkan 14 pelaku usaha sektor perikanan nasional.
- Tuna fillet segar dan beku
- Tuna kaleng
- Udang
- Gurita
- Ikan layur
- Kepiting
Melalui pameran ini, pelaku usaha mendapat kesempatan memperluas jaringan bisnis dan menjajaki kerja sama dengan industri seafood dari berbagai negara.
Peran IJEPA bagi daya saing
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menekankan potensi maritim Indonesia dan pentingnya akses pasar Jepang bagi produk perikanan nasional.
Produk perikanan Indonesia merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di pasar Jepang
Ia juga menyorot mekanisme Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang membuka peluang tarif preferensial.
Skema ini memberikan fasilitas tarif nol persen untuk produk perikanan tertentu
Prospek dan langkah berikutnya
Kartini berharap fasilitas IJEPA akan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar Jepang, apalagi kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik hampir 70 tahun. Optimasi promosi, peningkatan standar mutu, dan perluasan akses pasar menjadi fokus untuk menjaga pertumbuhan ekspor.
Dengan kombinasi kebijakan perdagangan dan aktivitas promosi seperti JISTE, sektor perikanan diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai komoditas ekspor unggulan ke Jepang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah Buka Basis Wajib Pajak untuk Amankan Target 2026
DPR minta pemerintah buat peta jalan perluasan basis wajib pajak untuk amankan target pajak APBN 2026 senila...
Rupiah Naik Tipis Awal Pekan, Dipicu Pelemahan Dolar
Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.689 per dolar Senin 24 Agustus 2026, terdorong pelemahan dolar namun ter...
IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan
IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan setelah ditutup di 6.525,69; investor diminta waspadai kenaikan yiel...
IAW: Keterbukaan Wajib jika Ada Transaksi 62% Saham BYAN
IAW minta keterbukaan dan penelusuran bukti jika rumor transaksi 62% saham BYAN benar-benar terjadi.
IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan pada Awal Pekan
IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan pada pembukaan pekan ini, didukung rupiah dan optimisme ekonomi namu...
UMKM Diminta Lindungi Karya Jadi Aset Ekonomi
Asisten Gubernur BI mengajak UMKM mendaftarkan hak kekayaan intelektual agar karya diakui hukum, bernilai ek...