IAW: Keterbukaan Wajib jika Ada Transaksi 62% Saham BYAN
Indonesian Audit Watch (IAW) meminta keterbukaan penuh jika benar terjadi transaksi pengambilalihan sekitar 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya rumor kepemilikan yang menyebut total saham mencapai 62,2 persen, dan dikeluarkan pada Senin, 24 Agustus 2026 oleh Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus. IAW menekankan perlunya mekanisme pengawasan dan penelusuran berbasis bukti untuk memastikan legalitas dan transparansi proses.
IAW dorong penelusuran dan keterbukaan
IAW meminta otoritas dan pelaku pasar menindaklanjuti bila terdapat indikasi transaksi atau perubahan pengendalian. Penelusuran harus mencakup aktivitas perdagangan saham, struktur kepemilikan, pembiayaan, dan beneficial ownership. Tujuannya adalah memastikan siapa pembeli, siapa penjual, dan siapa pemilik manfaat akhir dari transaksi tersebut.
Kalau memang ada transaksi, ikuti jejaknya. Siapa yang membeli, siapa yang menjual, dan siapa pemilik manfaat akhirnya. Seluruh proses harus dapat ditelusuri berdasarkan bukti,
Kepemilikan aktual versus rumor
Data kepemilikan yang dikemukakan IAW menunjukkan Low Tuck Kwong memiliki sekitar 40,2 persen saham, sedangkan Elaine Low tercatat memegang sekitar 22 persen. Total keduanya sekitar 62,2 persen. Meski angka itu memicu pertanyaan, IAW mengingatkan angka kepemilikan saja tidak otomatis membuktikan adanya transaksi pengambilalihan.
Iskandar menegaskan publik harus membedakan antara data kepemilikan, rumor, penjajakan, dan transaksi yang benar-benar terjadi. Ia meminta agar nama individu tidak dijadikan bukti tanpa data pendukung yang jelas.
Jejak pembiayaan dan struktur transaksi
IAW menyoroti pentingnya keterbukaan sumber pembiayaan jika terjadi perubahan kepemilikan. Pembiayaan bisa berasal dari dana internal, pinjaman perbankan, syndicated loan, shareholder loan, atau struktur lain yang sah. Semua sumber dana harus dapat dijelaskan sesuai ketentuan yang berlaku.
IAW juga memperingatkan agar struktur transaksi seperti penggunaan holding, SPV, atau konsorsium tidak mengaburkan identitas pemilik manfaat akhir. Struktur yang menyulitkan pelacakan pemilik manfaat tidak boleh dibiarkan karena mengurangi kepastian hukum.
Peran regulator dan perlindungan pemegang saham
Menurut IAW, OJK dan Bursa Efek Indonesia memiliki kewenangan masing-masing untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan tidak lantas bermakna adanya pelanggaran, melainkan upaya untuk memastikan apakah ada aktivitas perdagangan tidak wajar.
Pasar modal yang sehat tidak takut diperiksa. Pemeriksaan diperlukan untuk membuktikan apakah rumor berkaitan dengan aktivitas perdagangan tidak wajar,
IAW juga menekankan perlunya perlindungan bagi pemegang saham publik. Perubahan pengendalian pada perusahaan terbuka bukan semata urusan privat; kepentingan publik dan pemegang saham lain harus tetap terjaga melalui keterbukaan informasi.
Sebagai penutup, IAW melihat isu ini sebagai momentum untuk menguji dan memperkuat sistem pengawasan pasar modal agar dapat membedakan rumor, informasi material, penjajakan, dan transaksi yang sah berdasarkan bukti.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...