Restoran Halal di Taipei Raup Ratusan Juta, Pemilik dari Cilacap
Taipei. Kesulitan menemukan makanan halal mendorong Sri Purwanti, asal Cilacap, membuka Kedai Sri Rahayu di Taipei yang kini menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan. Restoran ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan Muslim dan warga Indonesia di Taiwan.
Awal mula dan motivasi
Sri mengatakan ide membuka kedai muncul setelah dia merasakan sendiri sulitnya mencari restoran halal pasca pindah ke Taiwan. Motivasi utamanya adalah memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus membuat masakan Indonesia lebih mudah diakses oleh komunitas diaspora.
"Itu dimulai karena saya seorang Muslim, dan ketika makan di luar sulit menemukan makanan halal," kata Sri.
Dia menambahkan bahwa usahanya juga bertujuan memberi tempat bagi teman-teman WNI yang rindu masakan tanah air.
"Saya juga ingin memudahkan teman-teman menemukan masakan Indonesia setiap kali kami kangen makanan rumah," ujar Sri.
Menu andal dan profil pelanggan
Kedai Sri Rahayu berkembang menjadi usaha kuliner yang ramai. Hidangan andalan restoran ini adalah nasi liwet ayam serundeng, nasi khas Indonesia yang disajikan dengan ayam dan kelapa sangrai berbumbu.
Sri menyebut komposisi pelanggan restoran sebagai berikut:
- 70% warga Indonesia, meliputi diaspora dan pelancong;
- 30% pelanggan dari negara lain.
Hidangan nasi liwet ayam serundeng menjadi menu yang paling sering dipesan oleh pengunjung.
Dukungan layanan keuangan
Sri juga menyatakan bahwa layanan perbankan membantu kelancaran usaha. Dia menjelaskan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) memudahkan transaksi lintas batas saat menjalankan usaha di luar negeri.
"Saya sudah menjadi nasabah BRI selama empat tahun dan mulai aktif menggunakan layanan pada 2024," kata Sri.
Prospek dan dampak
Kehadiran Kedai Sri Rahayu menunjukkan peluang bisnis bagi pelaku usaha Indonesia di luar negeri, khususnya yang melayani kebutuhan komunitas Muslim. Restoran ini tidak hanya menyediakan cita rasa rumah, tetapi juga menjadi titik temu sosial bagi warga Indonesia di Taipei.
Ke depannya, pengelolaan keuangan lintas negara dan permintaan konsumen akan menentukan peluang perluasan usaha. Bagi Sri, keberhasilan ini membuka ruang bagi pengusaha diaspora lain untuk menggabungkan keahlian kuliner dengan dukungan layanan keuangan digital.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Koster Tetapkan Batas: Semua Papan Nama di Bali Wajib Aksara Bali hingga Apr 2027
Gubernur Bali Wayan Koster memberi tenggat akhir April 2027 bagi pemasangan aksara Bali pada papan nama publ...
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...
BRI Junio x MLBB: Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit
BRI berkolaborasi dengan Mobile Legends luncurkan BRI Junio: kartu debit edisi khusus, hadiah collectible, c...
Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Jakarta karena Isu Keamanan
Pemerintah melarang konser Israel Houghton di Jakarta 24 Okt 2026 karena kekhawatiran keamanan dan dugaan du...
Dubes RI Ottawa Gelar Runway dan Pameran Rayakan Hari Batik Nasional
Kedutaan RI di Ottawa menggelar pameran dan fashion show batik untuk merayakan Hari Batik Nasional, dihadiri...