DeadSquad, Jasad, Death Vomit Ditinggal Promotor di Eropa
Jakarta. Tiga band metal Indonesia—DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit—tertinggal saat tur Eropa setelah konser di Cork dan London dibatalkan karena klaim kegagalan promotor menyediakan fasilitas yang disepakati, termasuk tempat, transportasi, dan akomodasi.
Kronologi pembatalan dan masalah selama tur
Masalah muncul setelah ketiga band tampil di Lost Lane, Dublin. Dalam pernyataan bersama yang diposting di media sosial, mereka mengatakan promotor Diablo Productions tidak menyiapkan sejumlah kebutuhan penting untuk kelanjutan tur.
Akibatnya, penampilan yang dijadwalkan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, dibatalkan. London dikabarkan membatalkan setelah pihak venue menyatakan tidak pernah menerima pemesanan resmi dari promotor.
Klaim band terhadap promotor
Band menuduh bahwa beberapa kesepakatan yang telah dibuat tidak dipenuhi. Mereka menyebut kegagalan tersebut mencakup tidak adanya konfirmasi booking venue, serta gangguan komunikasi.
“The venue contacted us directly through Instagram and explained that Diablo Productions had never officially reserved or rented the venue,”
“The venue also explained that they had repeatedly tried to contact Diablo by email and telephone to obtain confirmation but received no response.”
Dalam pernyataan lain, mereka menegaskan telah mencoba menyelesaikan masalah secara internal dan tetap kooperatif, namun menemukan "kekurangan persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme" dari pihak promotor.
Dampak bagi tur dan keputusan kelanjutan
Karena sejumlah komitmen tidak terpenuhi, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit tidak dapat melanjutkan jadwal di Cork dan London. Mereka menyatakan kekecewaan yang mendalam dan mengambil keputusan untuk mempublikasikan sengketa itu demi transparansi dan peringatan bagi pelaku industri musik, terutama komunitas musik ekstrem.
Meskipun mengalami kendala, ketiganya menyatakan tetap bertekad menyelesaikan sisa tur Eropa dengan promotor berbeda. Tur dijadwalkan dilanjutkan pada 20 Agustus di Eindhoven, Belanda.
Langkah selanjutnya
Untuk tanggal-tanggal berikutnya, band-band itu akan bekerja sama dengan DF Bookings, promotor yang selama ini dikenal menangani musik ekstrem dan merupakan rekan lama ketiga grup. Langkah ini diambil untuk memastikan kelanjutan tur dan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan.
Kasus ini menyorot pentingnya verifikasi kontrak dan komunikasi antar-promotor, venue, dan artis sebelum tur internasional dimulai. Para pelaku industri diharapkan belajar dari kejadian ini agar tidak terulang pada kesempatan berikutnya.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Bayern Munich Rayakan HUT RI dengan Ilustrasi Pemain Berpakaian Sarung
Bayern Munich merayakan HUT RI dengan ilustrasi pemain memakai sarung dan ucapan dalam bahasa Indonesia, dis...
Nomor Darurat di Indonesia: 112, 119, 110, 113, 115
Simpan nomor darurat Indonesia sebelum berangkat: 112, 119, 110, 113, 115 untuk respons cepat pada medis, ke...
Semesta Berpesta Tutup Tur di Jakarta, JKT48 hingga Raisa Tampil
Semesta Berpesta menutup tur di Jakarta 15–16 Agustus di GBK, menampilkan JKT48, Raisa, RAN, Rizky Febian, w...
10 Permainan Tradisional Lomba 17-an yang Paling Digemari
Ringkasan 10 permainan tradisional lomba 17-an yang kerap memeriahkan perayaan HUT RI, dari makan kerupuk hi...
Dermatitis Atopik Anak: Dampak pada Tidur, Keluarga, dan Cara Mengatasinya
Dermatitis atopik pada anak menyebabkan gatal, gangguan tidur, dan beban bagi keluarga; edukasi serta perawa...
Garuda Prabayaksa: Makna dan Peran di Kirab 17 Agustus 2026
Garuda Prabayaksa kembali mengantar duplikat Bendera Pusaka dan teks Proklamasi dari Monas ke Istana pada 17...