Peran Satelit: Komunikasi hingga Mitigasi Bencana
Peringatan Pekan Antariksa Dunia 4–10 Oktober 2026 menjadi momen menegaskan peran satelit bagi masyarakat Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut satelit menopang komunikasi, navigasi, pemantauan lingkungan, serta mitigasi bencana di seluruh nusantara.
Satelit untuk komunikasi dan navigasi
Sejak peluncuran Palapa-A1 pada 1976, satelit komunikasi membantu menjembatani wilayah kepulauan Indonesia. Satelit memungkinkan siaran televisi, radio, telekomunikasi, dan akses internet di daerah terpencil.
Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN menyatakan tiap jenis satelit memiliki fungsi berbeda. PRTS menekankan peran satelit navigasi untuk menentukan posisi dan arah perjalanan pesawat serta pengguna ponsel pintar.
Selain itu, ada satelit navigasi yang berfungsi menentukan posisi dan arah perjalanan pesawat hingga pengguna telepon pintar. Teknologi ini memudahkan masyarakat menemukan lokasi, merencanakan perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Data penginderaan jauh untuk lingkungan dan kebencanaan
BRIN memanfaatkan citra satelit seperti Terra dan Aqua untuk memantau atmosfer, daratan, dan lautan. Data ini dipakai untuk mendeteksi perubahan iklim dan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.
Penginderaan jauh juga mendukung manajemen kebencanaan. Citra satelit dan pengolahan data membantu mendeteksi potensi kebakaran hutan, memantau pergerakan permukaan, dan memberikan informasi cepat bagi penanggulangan.
Teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) menjadi andalan karena dapat bekerja siang dan malam serta menembus kondisi cuaca tertentu dibanding sensor optik.
Dukungan untuk kelautan, pertanian, dan keamanan
Dalam sektor kelautan, data satelit membantu menentukan zona potensi tangkapan ikan, sehingga nelayan dapat mencari lokasi lebih efisien. Satelit juga memantau lalu lintas kapal melalui sistem AIS untuk tujuan keselamatan dan keamanan maritim.
Untuk pertanian, informasi citra satelit dipakai memantau tanaman pangan seperti padi dan palawija. Data ini berguna memperkirakan ketersediaan pangan dan meningkatkan akurasi subsidi serta strategi penyuluhan pertanian.
Pengembangan teknologi dan kemandirian nasional
BRIN terus mengembangkan satelit observasi bumi untuk memperluas pemanfaatan data. Pembangunan kemampuan nasional dianggap penting, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan pemantauan wilayah yang luas.
Ke depan, peningkatan kapasitas desain, peluncuran, dan pengolahan data satelit menjadi fokus untuk mengurangi ketergantungan dan mempercepat respons terhadap bencana serta kebutuhan pembangunan.
Intinya, satelit kini menjadi infrastruktur krusial yang mendukung komunikasi, keselamatan, ekonomi, dan mitigasi bencana. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi ini diperkirakan akan terus meningkat seiring kebutuhan nasional yang semakin kompleks.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...
Pesawat X-59 NASA Pecahkan Rekor, Capai Mach 1,53 dalam Uji Terbang
X-59 NASA mencatat enam penerbangan dalam seminggu dan kecepatan tertinggi Mach 1,53, meningkatkan total uji...
Sharp Perluas Lini Party Speaker dengan Phantom dan Core Blast
Sharp meluncurkan Phantom dan Core Blast Series pada 2 Oktober 2026, menawarkan opsi party speaker premium d...