Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona merebut kembali gelar Prix de l'Arc de Triomphe pada 4 Oktober 2026 di ParisLongchamp, Prancis. Kemenangan ini membuat Daryz jadi kuda jantan muda pertama yang mempertahankan gelar Arc secara beruntun setelah 48 tahun.
Laga singkat dan jalannya pacuan
Balapan diikuti 16 kuda dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Jepang pada lintasan rumput 2.400 meter. Total hadiah yang diperebutkan mencapai €5.000.000, dibagi hingga lima posisi teratas.
Awal balapan menampilkan Friendly Soul yang melesat dari starting gate, sementara Bay City Roller melebar. Daryz memulai dari posisi sekitar dua pertiga bagian belakang rombongan dan terlihat agak bersemangat.
Meisho Tabaru sempat memimpin di pertengahan lomba. Memasuki lintasan lurus, Daryz melakukan pengejaran dan melancarkan sprint akhir.
Hasil dan catatan waktu
Daryz finis terdepan dengan catatan waktu 2 menit 27,11 detik. Bay City Roller menempati posisi kedua, diikuti Diamond Necklace pada posisi ketiga.
| Posisi | Kuda | Catatan Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Daryz | 2:27,11 |
| 2 | Bay City Roller | - |
| 3 | Diamond Necklace | - |
Penampilan kuda Jepang dan dinamika lomba
Meisho Tabaru dan Admire Terra mewakili Jepang dan sempat melakukan serangan berani. Namun kedua kuda tersebut kehabisan tenaga di lintasan lurus sehingga gagal menempel ke posisi tiga besar.
Profil singkat Daryz
Daryz adalah kuda jantan berusia 4 tahun. Ia merupakan keturunan Sea The Stars dari kuda betina Selkirk bernama Daryakana.
Kuda ini dilatih oleh Francis-Henri Graffard dan berlaga untuk Stud S.C. milik H H The Aga Khan. Sepanjang 2025–2026, Daryz tampil di lintasan bergengsi seperti Ascot, ParisLongchamp, dan Saint-Cloud.
Beberapa kemenangan penting Daryz meliputi:
- Prix De l'Arc de Triomphe (G1) 2025
- Prix Ganay (G1) 2026
- Prix d'Ispahan (G1) 2026
- Prix Foy (G2) 2026
- Prix Eugene Adam (G2) 2025
- Prix Ridgway (LS) 2025
- Conditions 2025
Sejarah dan makna kemenangan
Kemenangan beruntun ini langka. Sejak Perang Dunia II, hanya tiga kuda jantan yang pernah memenangkan Arc dua kali, dan kemenangan ganda terakhir dicatatkan oleh Alleged pada 1977–1978. Dengan demikian, Daryz menorehkan prestasi yang jarang terjadi di pacuan kelas dunia.
Kemenangan Daryz mempertegas dominasinya pada musim 2026 dan menambah tekanan pada pesaing untuk musim berikutnya. Fans dan pelatih kini akan mengamati rencana lomba selanjutnya untuk sang juara.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...
Bartunkova Singkirkan Sabalenka, Lolos 16 Besar China Open
Nikola Bartunkova menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-4, 6-3 pada babak ketiga China Open 2026 di Beijing, melaj...
Charaeva Singkirkan No.1 Rybakina di China Open 2026
Alina Charaeva (peringkat 118) menyingkirkan world No.1 Elena Rybakina 3-6, 6-4, 6-3 dan melaju ke babak tig...