Ekonomi

KAI Catat Kenaikan Penumpang di Stasiun Ujung Jan–Sep 2026

Bagikan:
Penumpang dan peron di stasiun ujung jaringan KAI

Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan pergerakan penumpang di sejumlah stasiun ujung jaringan pada periode Januari–September 2026. Data operasional yang dirilis di Jakarta, 4 Oktober 2026, menunjukkan Stasiun Ketapang mencatat 615.161 pergerakan, sementara Stasiun Tanjungkarang tercatat 562.993 pergerakan pelanggan.

Rekap angka dan pertumbuhan

Di Stasiun Ketapang, angka itu meliputi 292.618 pelanggan berangkat dan 322.543 pelanggan tiba. Total ini naik 8,56 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 sebesar 566.643 pergerakan.

Stasiun Tanjungkarang mencatat 280.094 keberangkatan dan 282.899 kedatangan. Angka gabungan 562.993 itu tumbuh 13,99 persen dibandingkan jumlah 493.881 pada periode yang sama tahun 2025.

Peran geografis dan sejarah stasiun ujung

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, karakter perjalanan kereta api dipengaruhi letak geografis tiap stasiun. Titik operasional ujung meliputi Stasiun Merak di barat dan Stasiun Ketapang di timur.

"Menarik melihat bagaimana rel menjangkau berbagai sisi Jawa dan Sumatra. Di beberapa tempat perjalanan bertemu dengan pelabuhan dan laut, di tempat lain kereta api menjadi penghubung masyarakat antarkota. Jejak sejarah itu masih digunakan masyarakat sampai hari ini."

— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI

Stasiun Merak berdiri dekat Pelabuhan Merak yang menghubungkan jalur penyeberangan Selat Sunda. Layanan Rangkasbitung–Merak telah hadir sejak awal abad ke-20. Sementara jalur rel menuju kawasan Banyuwangi dibuka sejak 2 Februari 1903, dan Stasiun Ketapang kini menjadi akses kelanjutan menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.

Stasiun Krueng Mane di Aceh disebut sebagai titik ujung layanan aktif untuk kereta Cut Meutia, yang mendukung mobilitas masyarakat di utara Sumatra. Sedangkan Stasiun Tanjungkarang memulai konstruksi pada 1911 dan diresmikan 30 Juni 1914, awalnya melayani pergerakan pegawai dan material dari Pelabuhan Panjang.

Makna konektivitas dan implikasi

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menekankan bahwa stasiun ujung bukan sekadar titik akhir jalur. Mereka menjadi simpul transportasi yang berubah seiring perpindahan aktivitas pelabuhan dan kebutuhan masyarakat pesisir.

"Dari Merak yang menghadap Selat Sunda, Ketapang yang membuka perjalanan menuju Bali, Krueng Mane di Aceh, hingga Tanjungkarang yang tumbuh bersama sejarah Lampung, setiap stasiun memiliki cerita wilayahnya sendiri. Rel menghubungkan cerita itu dengan kehidupan masyarakat hari ini, dan kami ingin konektivitas tersebut terus memberi manfaat bagi perjalanan, ekonomi, keluarga, dan pariwisata di berbagai daerah."

— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI

Data Jan–Sep 2026 menunjukkan bahwa stasiun ujung KAI berperan aktif dalam mobilitas antarpulau dan pariwisata, sekaligus mencerminkan tren peningkatan permintaan layanan kereta di rute-rute strategis.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait