Gaya Hidup

Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026

Bagikan:
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha pemenang PPBN 2026 di Trans Studio Cibubur

Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih sebagai Grand Winner Putra dan Putri dalam Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Pengumuman pemenang berlangsung di Grand Final PPBN 2026 pada Minggu malam, 27 September 2026, di Trans Studio Cibubur, Jakarta. Ajang ini mengangkat tema Batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur dan melibatkan 28 finalis dari 15 provinsi. Kemenangan keduanya diharapkan memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan batik.

Momen Final dan tema tahun ini

PPBN 2026 memasuki penyelenggaraan ke-11 dan menampilkan rangkaian penilaian yang mencakup pengetahuan budaya, komunikasi, dan kepemimpinan. Panitia memilih pemenang berdasarkan kemampuan mempresentasikan batik sebagai warisan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif. Tema Batik Derawan dan Maratua menjadi basis konsep busana dan narasi finalis sepanjang acara.

Penghargaan dan peran pemenang

Para pemenang menerima simbol penghargaan yang khas. Kadek Wijaya membawa pulang bros Kawung Dharma sebagai Grand Winner Putra. Putu Paramitha mengenakan mahkota Kawung Ananta sebagai Grand Winner Putri. Selain gelar, mereka diamanatkan menjadi duta budaya yang menginspirasi generasi muda memperkenal dan melestarikan batik.

"Ini merupakan salah satu kemajuan yang kita capai sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Dari sana kemudian muncul ide, mengapa kita tidak melestarikan batik dengan melibatkan generasi muda?" — Dr. Sapta Nirwandar, Inisiator PPBN dan Dewan Pembina IPBN

Pembinaan, hadiah, dan dukungan

Panitia menyediakan pembekalan intensif selama masa persiapan. Materi meliputi pengetahuan budaya, pembentukan karakter, komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman batik sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Total hadiah ajang ini melebihi Rp1 miliar, dan Top 3 memperoleh beasiswa program magister dari LSPR untuk mendukung kapasitas sebagai komunikator budaya.

Empat pilar PPBN

PPBN menegaskan empat pilar kerja yang menjadi pedoman pemenang dan alumni. Pilar-pilar itu diarahkan untuk memastikan batik terus relevan dan memberi dampak ekonomi.

  • Promosi — memperluas pengenalan dan apresiasi batik Nusantara.
  • Wirausaha — mengembangkan batik sebagai bagian dari industri kreatif dan peluang ekonomi.
  • Inovasi — mendorong kreativitas agar batik tetap relevan dengan perkembangan zaman.
  • Edukasi — menanamkan pemahaman bahwa batik adalah warisan budaya berisi nilai sejarah dan filosofi.

Jejaring alumni dan prospek pelestarian

Sejak 2011, PPBN telah membangun jaringan lebih dari 280 alumni dari berbagai daerah dan profesi. Alumni diharapkan memperluas kontribusi pelestarian batik melalui kolaborasi dan jejaring nasional serta internasional. Penyelenggara berharap keterlibatan generasi Z pada 2026 menjadi langkah strategis menjaga keberlangsungan budaya.

"Ini merupakan tongkat estafet dari pelestarian batik dan juga pengembangan batik dari generasi ke generasi. Kita sudah melewati Milenial, dan tahun ini kita melewati Gen Z..." — Ayu Dyah Pasha, Ketua Umum IPBN dan Ketua Dewan Penyelenggara Utama PPBN 2026

PPBN 2026 yang diselenggarakan IPBN bersama Ikatan Alumni Putra Putri Batik Nusantara dan didukung JEEVES Indonesia, menutup gelaran dengan harapan kuat. Para pemenang dan finalis diharapkan menjalankan empat pilar PPBN untuk mendorong promosi, wirausaha, inovasi, dan edukasi batik. Melalui kemenangan Kadek dan Putu, acara ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait