Andrea Bocelli Hibur Ribuan di Borobudur saat Romanza 30th Tour
Magelang, Jawa Tengah. Tenor Italia Andrea Bocelli tampil di kompleks Lumbini Park dekat Candi Borobudur pada Sabtu malam, memadukan musik klasik bertaraf internasional dengan kemegahan salah satu situs budaya paling ikonik di Indonesia. Konser ini bagian dari Romanza 30th Anniversary World Tour dan menarik penonton dari dalam dan luar negeri yang ingin menyaksikan penampilan tenor itu di latar Candi Borobudur.
Konser di Borobudur: suasana dan panggung bersejarah
Panggung yang dipasang di dekat relief dan stupa Borobudur memberikan nuansa berbeda dibanding konser biasa. Arsitektur candi yang megah menjadi latar visual sekaligus memperkaya atmosfir malam itu. Penyelenggaraan acara di situs Warisan Dunia UNESCO ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar musik dan wisatawan budaya.
Antusiasme penonton
Ribuan pendengar datang dari berbagai daerah. Beberapa penonton menempuh jarak jauh hanya untuk menyaksikan Bocelli tampil di Borobudur, melihat kombinasi unik antara musik internasional dan warisan lokal.
"Saya sangat bahagia bisa hadir untuk konser ulang tahun ke-30 Andrea Bocelli di salah satu keajaiban dunia, Borobudur," kata Eva Puspita Sari, yang datang dari Jakarta.
Eva bercerita ia tiba di Yogyakarta pada Jumat sebelum melanjutkan perjalanan ke Magelang. Lagu favoritnya malam itu adalah Vivo per Lei, yang menurutnya membawa makna mendalam tentang kehidupan.
"Saya sangat terkesan. Borobudur berhasil menyelenggarakan konser seperti ini sambil membuat pengunjung merasa nyaman," kata Astrid, pengunjung lain dari Jakarta.
Astrid memuji pengaturan acara, mulai dari kedatangan hingga akses ke area konser. Ia menyebut pengalaman menonton Bocelli di Borobudur berbeda dibanding menonton konser di gedung di Jakarta.
Tur, jadwal, dan jumlah penonton
Romanza 30th Anniversary World Tour merayakan tiga dekade sejak album Romanza yang menjadi tonggak karier internasional Bocelli. Setelah Magelang, Bocelli dijadwalkan tampil di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 3 November. Dua penampilan ini diperkirakan menarik total sekitar 16.000 penonton.
Makna dan dampak
Konser ini menegaskan tren menghadirkan hiburan internasional di situs-situs bersejarah Indonesia. Selain menawarkan pengalaman musikal, acara seperti ini juga membuka peluang promosi pariwisata budaya dan memperkaya cara publik mengapresiasi warisan budaya lewat pertunjukan berskala internasional.
Perpaduan suara tenor kelas dunia dan latar Borobudur meninggalkan kesan kuat bagi penonton, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah bagi acara seni bertaraf global.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Jakarta Kebanjiran 25.000 Pengunjung Mancanegara Jelang Konser Ye
Imigrasi catat ~25.000 pengunjung mancanegara ke Jakarta menjelang konser Ye; puncak 10.000 pada 23 Okt dan...
Nuanu Dukung UMKM Bali Rp60–70 Miliar, Sutala Market 2027
Nuanu Creative City menyatakan telah menyalurkan Rp60–70 miliar ke UMKM Bali dan menyiapkan Sutala Market se...
Otoritas Tangerang Cari Pemilik Sejati McLaren 570S, Tercatat atas Nama Montir
Otoritas pajak Tangerang menelusuri McLaren 570S bernilai hampir Rp 5 miliar setelah montir yang tercatat me...
Nuanu Creative City Targetkan 5.000–6.000 Pekerja Harian pada 2030
Nuanu Creative City menargetkan 5.000–6.000 pekerja harian pada 2030 dan berambisi jadi alasan 10% kunjungan...
Nuanu Incar 5.000–6.000 Pekerja dan 10% Kunjungan Bali 2030
Nuanu Creative City menargetkan 5.000–6.000 pekerja harian dan berupaya menjadi alasan 10% kunjungan ke Bali...
Ye Live di Jakarta: Globe Raksasa, 50.000 Penonton dan Nuansa Nostalgia
Ye Live di GBK: panggung globe 360°, sekitar 50.000 penonton, dua jam dan 37 lagu, menyuguhkan visual menges...