Nuanu Dukung UMKM Bali Rp60–70 Miliar, Sutala Market 2027
Jakarta. Nuanu Creative City menyatakan telah mengalirkan kontribusi senilai Rp60–70 miliar kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali. Langkah ini bagian dari upaya memperluas peluang komersial untuk bisnis lokal melalui jaringan ecosystem yang sedang berkembang.
Kontribusi langsung ke UMKM
CEO Lev Kroll mengatakan Nuanu bekerja sama dengan pemasok, kontraktor, seniman, dan pelaku usaha kecil setempat. Bentuk kerja bervariasi, mulai dari kontrak proyek hingga kemitraan jangka panjang.
“Saya pikir dalam beberapa tahun terakhir kami berkontribusi sekitar 60 sampai 70 miliar rupiah kepada UMKM,” kata Lev Kroll.
Kontribusi ini mencakup berbagai pekerjaan di banyak proyek Nuanu dan jaringan investor yang terkait. Tujuannya adalah memberi peluang nyata bagi pelaku usaha lokal untuk mendapat penghasilan dan pengalaman proyek.
Strategi pemilihan dan pembinaan mitra
Nuanu tidak memusatkan sepenuhnya pemilihan pemasok atau mitra kreatif. Perusahaan memberi otonomi kepada tim proyek, mitra, dan investor untuk memilih bisnis yang sesuai, asalkan sejalan dengan nilai perusahaan.
Praktik ini memungkinkan tim menemukan mitra yang paling cocok untuk kebutuhan spesifik. Selain itu, Nuanu mendorong pertumbuhan reputasi bisnis melalui rekomendasi dalam jaringan ketika hasil kerja memenuhi standar.
“Jika Anda memberikan hasil, Anda direkomendasikan ke bisnis lain. Jika Anda berkembang di sana, Anda tumbuh,” ujar Lev Kroll.
Beberapa pelaku usaha bahkan berkembang seiring proyek Nuanu setelah berhasil menuntaskan pekerjaan awal. Perusahaan berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan mitra yang terbukti andal.
Sutala Market: ruang komersial terkurasi untuk lokal
Nuanu merencanakan peluncuran Sutala Market pada 2027. Area ini akan menjadi ruang komersial dan food & beverage yang dikurasi untuk investor dan pelaku usaha lokal.
Peluncuran pasar tersebut dimaksudkan memberi restoran dan pengusaha akses langsung ke penghuni dan pengunjung Nuanu. Selain memperluas pilihan konsumen, Nuanu menekankan standar kualitas dan pengalaman pelanggan.
Rencana ini juga bertujuan menata aktivitas komersial secara terpusat. Nuanu ingin mencegah penyebaran usaha yang tidak terkendali di sepanjang jalan sekitar kawasan.
Dampak dan prospek bagi pelaku usaha lokal
Nuanu cenderung memilih usaha kecil karena dinilai lebih teliti dalam detail. Namun, perusahaan juga mengakui tantangan; tidak semua bisnis mampu memenuhi ekspektasi atau tumbuh ke skala yang dibutuhkan.
Untuk itu, pencarian mitra terus dilakukan, dimulai dari komunitas terdekat lalu diperluas bila perlu. Pendekatan ini dirancang agar UMKM tidak perlu membangun jaringan pasar sendiri dari nol.
Secara keseluruhan, Nuanu memposisikan diri sebagai fasilitator: membuka peluang, menghubungkan pelaku usaha dengan proyek dan investor, serta membiarkan pertumbuhan terjadi melalui kualitas kerja mitra.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Akses GBK Padat Saat Konser Ye dan 5 Acara Besar, Simak Pintu & Parkir
Sekitar 130.000 pengunjung diperkirakan memadati GBK 24 Okt; simak pintu masuk, parkir, dan rekomendasi tran...
Lebih dari 2.000 Petugas Amankan Konser Kanye West di GBK
Lebih dari 2.000 petugas keamanan dikerahkan untuk mengamankan konser Kanye West di GBK; penyelenggara minta...
JRF 2026: Transportasi Gratis, Layanan Medis, dan Penutupan Jalan
Pemprov DKI siapkan transportasi gratis, layanan medis, dan penutupan jalan untuk JRF 24–25 Okt 2026 bagi 37...
Penulis Afrika Selatan Terbitkan 370+ Buku Menggunakan AI
Coral Hart, penulis Afrika Selatan, terbitkan 370+ buku sejak Feb 2025 lewat AI, sambil hadapi kecaman, anca...
Nanmoku dan Belen: Desa Jepang Ajak Warga Peru Tinggal Permanen
Nanmoku menjajaki peluang menerima warga Belen, Peru, untuk menetap demi mengatasi krisis penuaan desa dan k...
Jakarta Incar Jadi Pusat Produksi Film Internasional
Gubernur Pramono Anung mendorong Jakarta jadi pusat produksi film internasional melalui JFC, insentif, dan k...