Jakarta Kebanjiran 25.000 Pengunjung Mancanegara Jelang Konser Ye
Jakarta — Indonesia mencatat lonjakan sekitar 25.000 pengunjung mancanegara datang ke Jakarta menjelang konser rapper Amerika Ye di Gelora Bung Karno pada Sabtu, kata Direktorat Jenderal Imigrasi pada Senin. Lonjakan ini terjadi dalam beberapa hari sebelum acara dan diperkirakan memberi dampak langsung pada sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan ritel.
Lonjakan kedatangan: angka per hari
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan bahwa kedatangan warga negara asing meningkat tajam dalam hari-hari sebelum konser. Peningkatan tercatat mulai 21 Oktober dan mencapai puncak pada 23 Oktober.
| Tanggal | Kedatangan warga asing (orang) |
|---|---|
| 21 Okt | +1.000 |
| 22 Okt | +4.700 |
| 23 Okt | 10.000 |
| 24 Okt | 9.700 |
| Total proyeksi | ~25.000 |
"Kami mencatat peningkatan signifikan kedatangan warga asing, terutama dalam tiga hari sebelum konser,"
Dampak ekonomi lokal
Imigrasi memperkirakan lonjakan pengunjung membawa manfaat bagi berbagai pelaku usaha. Penumpang internasional menggunakan moda transportasi, menginap di hotel, mencoba kuliner lokal, dan berbelanja di pusat perbelanjaan.
"Ketika seorang musisi kelas dunia tampil di Indonesia, bukan hanya artis dan kru yang datang, tetapi juga penggemar dari berbagai negara. Mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner lokal, dan berbelanja. Ini berarti banyak sektor perekonomian juga bergerak,"
Fasilitas imigrasi dan pengawasan
Pemerintah melalui imigrasi turut menyiapkan layanan untuk memperlancar kedatangan pengunjung acara besar, sambil tetap menjaga pengawasan keamanan dan ketertiban untuk mencegah potensi tindak pidana. Data kedatangan tersebut direkam melalui aplikasi pelaporan orang asing, Foreigners Reporting Application (APOA).
Imigrasi juga menerbitkan 88 visa kategori olahraga dan penampil untuk Ye dan rombongannya, sebagai bagian dari persiapan administrasi masuknya artis internasional.
Prospek penyelenggaraan acara internasional
Hendarsam mengatakan kemampuan Jakarta menjadi tuan rumah acara berskala internasional dapat mendorong masuknya lebih banyak konser dan kompetisi olahraga global ke Indonesia.
"Kami ingin lebih banyak acara internasional datang ke Indonesia dan memberi manfaat bagi masyarakat,"
Dengan layanan imigrasi yang lebih mudah diakses dan pengawasan yang efektif, pemerintah berharap efek berganda dari kunjungan internasional akan terus mendorong pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi lokal ke depan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Akses GBK Padat Saat Konser Ye dan 5 Acara Besar, Simak Pintu & Parkir
Sekitar 130.000 pengunjung diperkirakan memadati GBK 24 Okt; simak pintu masuk, parkir, dan rekomendasi tran...
Lebih dari 2.000 Petugas Amankan Konser Kanye West di GBK
Lebih dari 2.000 petugas keamanan dikerahkan untuk mengamankan konser Kanye West di GBK; penyelenggara minta...
JRF 2026: Transportasi Gratis, Layanan Medis, dan Penutupan Jalan
Pemprov DKI siapkan transportasi gratis, layanan medis, dan penutupan jalan untuk JRF 24–25 Okt 2026 bagi 37...
Penulis Afrika Selatan Terbitkan 370+ Buku Menggunakan AI
Coral Hart, penulis Afrika Selatan, terbitkan 370+ buku sejak Feb 2025 lewat AI, sambil hadapi kecaman, anca...
Nanmoku dan Belen: Desa Jepang Ajak Warga Peru Tinggal Permanen
Nanmoku menjajaki peluang menerima warga Belen, Peru, untuk menetap demi mengatasi krisis penuaan desa dan k...
Jakarta Incar Jadi Pusat Produksi Film Internasional
Gubernur Pramono Anung mendorong Jakarta jadi pusat produksi film internasional melalui JFC, insentif, dan k...