Gaya Hidup

Konser Internasional Dongkrak Ekonomi Jakarta, 'Baddie' Jadi Bisnis

Bagikan:
Penonton konser di Gelora Bung Karno berpose dengan gaya 'baddie' dan lampu panggung

Jakarta — Gelaran konser internasional di Jakarta menarik puluhan ribu pengunjung, memicu pengeluaran untuk tiket, hotel, restoran, dan gaya berpakaian yang menumbuhkan industri 'baddie'. Konser rapper asal AS, Ye, di Gelora Bung Karno pada Sabtu lalu diperkirakan menarik sekitar 70.000 penonton, termasuk ribuan wisatawan mancanegara yang datang khusus untuk acara itu.

Konser dan dampak pariwisata

Para pengunjung internasional datang tidak hanya untuk menonton, tetapi juga untuk mengenal kota. Beberapa wisatawan menyusun perjalanan beberapa hari yang mencakup penginapan, makan, dan wisata singkat di Jakarta.

Summer Cunningham (20) dan Rachel Powell (47) terbang dari Perth dengan total pengeluaran antara A$3.000 hingga A$5.000, termasuk tiket, penerbangan, dan hotel. Powell mengakui biaya tinggi, namun menilai pengalaman itu sepadan.

It’s a little bit more expensive, but it’s worth it.

Gabriel Xavier (27) dari Brasil menyebut pengeluarannya sekitar 25.000 reais atau setara Rp 83 juta untuk tiket, akomodasi, dan transportasi. Bagi mereka, pembelian tiket tidak sekadar transaksi; itu investasi pengalaman dan kesempatan kembali ke kota yang dikunjungi.

Bisnis gaya dan 'baddie economy'

Selain belanja wisata, konser memicu pengeluaran untuk fashion, kecantikan, dan dokumentasi di media sosial. Fenomena ini kerap disebut baddie economy, yaitu pasar yang mengedepankan penampilan, percaya diri, dan ekspresi diri secara visual.

Cunningham memperkirakan dia menghabiskan 30 40% pendapatan bulanannya untuk fashion, hiburan, dan kecantikan, termasuk untuk tampil di konser. Pola belanja seperti ini menguntungkan merek dan influencer yang terus menghasilkan tren baru.

We are really into the experience of things

Tetapi ada juga pandangan bahwa tekanan untuk selalu tampil dapat menimbulkan kompetisi visual dan biaya yang meningkat bagi konsumen muda.

You wear things one time or for a photo

Keuntungan ekonomi bagi Jakarta

Data resmi menunjukkan lonjakan kedatangan sekitar 25.000 wisatawan mancanegara menjelang konser Ye, dengan puncak kedatangan mencapai 10.000 pada 23 Oktober. Pemerintah menerbitkan 88 visa sport dan performer untuk Ye dan rombongannya.

Gubernur DKI memperkirakan konser tersebut menghasilkan sekitar Rp450 miliar aktivitas ekonomi, dengan penjualan tiket mencapai Rp328 miliar. Angka ini menambah kontribusi dari konser internasional sebelumnya, seperti konser The Weeknd yang diperkirakan menghasilkan hampir Rp250 miliar.

Kota juga sedang bersiap menyambut kunjungan besar berikutnya, yaitu tur BTS yang dijadwalkan pada 26, 27, dan 29 Desember. Setiap acara besar menghadirkan peluang pendapatan tambahan untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan layanan transportasi.

Implikasi dan prospek

Konser internasional kini berfungsi ganda: hiburan dan pendorong pariwisata. Di sisi bisnis, tren estetika 'baddie' menciptakan ekosistem belanja yang meliputi fashion, kosmetik, dan jasa influencer. Di sisi masyarakat, tren itu mendorong ekspresi diri namun juga menimbulkan tekanan sosial terkait penampilan.

Dengan agenda hiburan internasional yang terus berdatangan, Jakarta berpeluang memperkuat posisi sebagai destinasi konser regional sekaligus mengoptimalkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait