Nuanu Incar 5.000–6.000 Pekerja dan 10% Kunjungan Bali 2030
Jakarta. Nuanu Creative City, pengembangan seluas sekitar 44 hektare di Bali, menargetkan 5.000–6.000 orang bekerja setiap hari dalam ekosistem-nya pada 2030 dan berharap menjadi alasan bagi 10% kunjungan ke Bali pada tahun yang sama melalui seni, budaya, acara, konferensi, dan teknologi.
Ambisi pekerjaan dan kunjungan
CEO Lev Kroll menyampaikan bahwa Nuanu ingin menarik wisatawan sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Target angka pekerjaan harian itu mencakup peran di bidang teknologi, seni media, dan fungsi spesialis lainnya.
“My hope is by 2030 that we will be a significant percentage of reasons to visit Bali.”
Ruang eksperimen dan strategi pengembangan
Proyek ini menggabungkan seni, budaya, teknologi, pariwisata, dan hunian. Lev menggambarkan Nuanu sebagai ruang eksperimen yang menerapkan pendekatan pengembangan dan tata kelola yang sering ditemui pada perusahaan teknologi dan investasi.
“We wanted to build a space where existing amazing culture of Bali is curated and represented, but also that represents a bit culture of great Indonesia.”
Selain menjadi destinasi, Nuanu berupaya menciptakan lingkungan tempat tinggal yang menarik dan kondusif untuk usaha tumbuh. Strategi ini menempatkan investasi seni dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari model bisnis—bukan semata kegiatan kebudayaan atau filantropi.
Dampak ekonomi dan pelestarian budaya
Lev menilai instalasi seni besar dan pameran dapat menarik pengunjung serta mendukung penjualan properti. Upaya menjaga alam juga dinilai penting agar daya tarik Bali terjaga bagi penduduk, wisatawan, dan investor.
Perusahaan berharap aktivitas di dalam ekosistem itu memicu permintaan berkelanjutan terhadap produk dan jasa lokal: dari pemasok, perajin, hingga usaha kecil di sekitar kawasan.
Transfer keahlian dan prospek
Nuanu berambisi memindahkan keahlian dari profesional internasional ke talenta lokal, membuka kesempatan bagi warga setempat mengisi posisi dengan keterampilan lebih tinggi. Lev menekankan ukuran keberhasilan tidak hanya jumlah pekerjaan, tapi juga kemampuan penduduk memanfaatkan warisan budaya sebagai mata pencaharian.
“It’s not just 5,000, 6,000 jobs.”
Perusahaan juga menargetkan agar volume transaksi di ekosistem menghasilkan nilai ekonomi yang besar. Walau belum ada proyeksi formal, Lev berharap Nuanu menjadi "very big economic engine" bagi kawasan sekitar.
Ringkasan target utama
- 5.000–6.000 pekerja harian di ekosistem pada 2030
- 10% dari alasan kunjungan ke Bali pada 2030
- Integrasi seni, budaya, teknologi, dan hunian dalam 44 hektare
- Pemberdayaan talenta lokal dan pengembangan keterampilan canggih
Jika terealisasi, Nuanu berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif yang menggabungkan pariwisata dan kesempatan kerja, sambil menjaga dan menjadikan budaya lokal sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Penulis Afrika Selatan Terbitkan 370+ Buku Menggunakan AI
Coral Hart, penulis Afrika Selatan, terbitkan 370+ buku sejak Feb 2025 lewat AI, sambil hadapi kecaman, anca...
Nanmoku dan Belen: Desa Jepang Ajak Warga Peru Tinggal Permanen
Nanmoku menjajaki peluang menerima warga Belen, Peru, untuk menetap demi mengatasi krisis penuaan desa dan k...
Jakarta Incar Jadi Pusat Produksi Film Internasional
Gubernur Pramono Anung mendorong Jakarta jadi pusat produksi film internasional melalui JFC, insentif, dan k...
Playlist Rewind 2026 Kembali di Bandung, Hadirkan Peterpan hingga Raisa
Playlist Rewind 2026 kembali ke Bandung bersama Playmaker, menampilkan Peterpan, Letto, Raisa, Burgerkill, P...
Jakarta Naik ke Peringkat 15 Dunia dalam Indeks Transportasi Umum 2026
Jakarta naik ke peringkat 15 dunia dalam survei transportasi umum Time Out 2026 dengan skor 79,2%, didorong...
Telkomsel Dukung Perempuan Berlari Vol.3 dengan Paket Rp55.000
Telkomsel dan FITA hadirkan Paket Combo Fit Rp55.000 untuk 1.000 peserta Perempuan Berlari Vol.3, termasuk 5...