Ye Live di Jakarta: Globe Raksasa, 50.000 Penonton dan Nuansa Nostalgia
Jakarta — Rapper yang kini dikenal sebagai Ye menggelar konser Ye Live di Gelora Bung Karno pada Sabtu malam, menampilkan panggung globe raksasa dan menarik sekitar 50.000 penonton menurut penyelenggara. Pertunjukan berlangsung sekitar dua jam dengan 37 lagu, tanpa banyak bicara dari panggung, fokus pada visual dan musik yang membawa penonton bernyanyi bersama.
Panggung Globe 360 Derajat
Pusat pertunjukan adalah sebuah kubah raksasa bertema dunia yang memutar gambar Bumi di seluruh permukaannya. Desain ini dimaksimalkan untuk pengalaman menonton 360 derajat sehingga tidak ada barisan depan tradisional; penonton mengelilingi panggung sebagai bagian dari tontonan.
Laser, kembang api, dan perubahan warna pada globe mengikuti irama lagu sehingga produksi terasa bergerak dari awal hingga akhir. Konsep itu dipuji sebagai simbol kebangkitan pribadi dan upaya menampilkan pertunjukan tanpa sisi yang diprivilegekan.
Repertoar: Dari "Old Kanye" hingga Hits Besar
Ye membawakan lagu-lagu yang mencakup seluruh kariernya, mulai dari sampel-soul era awal hingga rap berdampak keras pada karya-karya belakangan. Penonton ikut bergemuruh saat membawakan lagu hit seperti "Ni**as in Paris", "Heartless", "Gold Digger", dan "Runaway".
Bagian-bagian lagu dengan pengulangan dan hook kuat di stadion berubah menjadi momen kolektif. Pada "Heartless", Ye mendorong penonton mengisi bagian chorus hingga ribuan suara mengangkat lagu itu sendiri.
"Ye has never really been that interactive," kata Rico Utoro, 41, yang menilai visual menggantikan banter panggung.
Suasana Penonton dan Kualitas Produksi
Penonton banyak mengenakan estetika khas Ye: streetwear longgar, jaket kulit, dan dominasi warna hitam. Di panggung, Ye berbusana abu-abu panjang dan menutup wajahnya sampai akhirnya membuka penutup karena keringat di udara tropis Jakarta.
Meskipun visual mendapat pujian, beberapa penonton mengeluhkan kualitas suara yang kadang kasar — tantangan umum untuk produksi skala GBK. Namun bagi penggemar seperti Rico dan Ino Imran, musik tetap menjadi inti pengalaman.
"I hope more exclusive concerts will be held in Indonesia," ujar Ino, 40, yang terakhir menonton Ye pada 2004 dan menganggap penampilan kali ini sebagai kejutan menyenangkan.
Dampak Ekonomi dan Posisi Jakarta dalam Tur
Konser Jakarta menjadi satu-satunya tujuan di Asia Tenggara untuk tur Ye Live Concert Tour 2026. Penyelenggara menyebut lebih dari 20.000 pengunjung internasional datang dari negara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Inggris, dan AS, ditambah sekitar 30.000 penonton domestik.
Acara berskala internasional seperti ini dinilai berpotensi mendatangkan pengeluaran wisatawan untuk akomodasi, transportasi, dan layanan lokal, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai tuan rumah tur global.
Konser ditutup dengan "Runaway", saat Ye muncul dengan piano kecil di dalam globe dan menuntun penonton pada momen singalong yang mengakhiri malam dengan kembang api dan sorak ribuan penonton.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Jakarta Incar Jadi Pusat Produksi Film Internasional
Gubernur Pramono Anung mendorong Jakarta jadi pusat produksi film internasional melalui JFC, insentif, dan k...
Playlist Rewind 2026 Kembali di Bandung, Hadirkan Peterpan hingga Raisa
Playlist Rewind 2026 kembali ke Bandung bersama Playmaker, menampilkan Peterpan, Letto, Raisa, Burgerkill, P...
Jakarta Naik ke Peringkat 15 Dunia dalam Indeks Transportasi Umum 2026
Jakarta naik ke peringkat 15 dunia dalam survei transportasi umum Time Out 2026 dengan skor 79,2%, didorong...
Telkomsel Dukung Perempuan Berlari Vol.3 dengan Paket Rp55.000
Telkomsel dan FITA hadirkan Paket Combo Fit Rp55.000 untuk 1.000 peserta Perempuan Berlari Vol.3, termasuk 5...
Hijaberies Luncurkan Motion Series, Busana Olahraga Modest
Hijaberies meluncurkan Motion Series, koleksi busana olahraga modest yang kombinasi fungsi dan kenyamanan un...
Masjid Terapung An-Nur Diresmikan di Ancol, Tampung 900 Jemaah
Gubernur Pramono Anung meresmikan Masjid Terapung An-Nur di Ancol; bangunan 2.241 m² menampung hingga 900 je...