Konser Andrea Bocelli di Jakarta Ricuh, Pengunjuk Rasa Tuntut Pembatalan
Jakarta. Ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan petugas keamanan di luar Jakarta International Expo pada Selasa malam. Mereka menuntut pembatalan konser tenor Italia, Andrea Bocelli, dengan tuduhan sang penyanyi mendukung Israel. Insiden terjadi ketika pengunjuk rasa berusaha masuk ke dalam arena pertunjukan.
Kronologi protes di lokasi
Kelompok yang menyebut diri mereka Persaudaraan Muslim memimpin aksi itu, dipimpin oleh penceramah yang dikenal, Bahar Smith. Massa mencoba memaksa masuk melalui pintu gerbang namun diadang oleh petugas keamanan yang berjaga.
Ketegangan meningkat saat beberapa pengunjuk rasa menyalakan kerucut lalu lintas dan pembatas jalan. Mereka juga melempar kembang api asap ke arah barisan pengamanan, sehingga terjadi dorong-mendorong di dekat pintu masuk.
Tuduhan terhadap Bocelli
Para pengunjuk rasa menuding Bocelli mendukung Israel. Tuduhan itu merujuk pada klaim bahwa ia pernah tampil pada konser penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010. Tuduhan tersebut menjadi alasan mereka mendesak pembatalan pertunjukan di Jakarta.
Jalannya konser dan tamu undangan
Meski terjadi kericuhan di luar venue, Andrea Bocelli, 68 tahun, menyelesaikan penampilannya di hadapan ribuan penggemar. Konser ini merupakan bagian dari Romanza 30th Anniversary World Tour dan menjadi penutup rangkaian penampilan Bocelli di Indonesia, setelah tampil di Candi Borobudur, Magelang, beberapa waktu lalu.
Promotor acara, Shoemaker Live, membuka konser dengan pilihan karya-karya opera klasik. Pertunjukan kemudian beralih ke selebrasi ulang tahun ke-30 album Romanza. Beberapa musisi tamu turut naik panggung, antara lain:
- Lea Simanjuntak (sopran Indonesia)
- Rusanda Panfili (biola)
Puncak acara ditandai dengan penampilan dua lagu andalan Bocelli, The Prayer dan Con te partirò. Penampilan terakhir membawa suasana emosional dan diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari penonton yang berdiri.
Dampak dan konteks
Insiden di luar venue tidak menghalangi jalannya konser, tetapi menimbulkan pertanyaan tentang keamanan acara besar di Jakarta. Penyelenggara dan petugas keamanan diharapkan mengevaluasi langkah pengamanan untuk acara serupa di masa depan.
Konser Bocelli di Jakarta tetap berlangsung hingga usai, sementara isu tuduhan dukungan terhadap Israel menjadi alasan utama aksi demonstrasi. Peristiwa ini menutup rangkaian penampilan penyanyi tenor Italia tersebut di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Bocelli Tetap Konser di Indonesia, Dua Tanggal di Borobudur dan JIExpo
Andrea Bocelli tetap menggelar dua konser di Indonesia pada 31 Okt (Borobudur) dan 3 Nov (JIExpo) meski mend...
Ye Bela Penampilan di Konser Jakarta yang Diikuti 70.000 Penonton
Rapper Ye membela penampilannya di konser GBK yang dihadiri sekitar 70.000 orang meski menerima kritik soal...
Jakarta Kebanjiran 25.000 Pengunjung Mancanegara Jelang Konser Ye
Imigrasi catat ~25.000 pengunjung mancanegara ke Jakarta menjelang konser Ye; puncak 10.000 pada 23 Okt dan...
Nuanu Dukung UMKM Bali Rp60–70 Miliar, Sutala Market 2027
Nuanu Creative City menyatakan telah menyalurkan Rp60–70 miliar ke UMKM Bali dan menyiapkan Sutala Market se...
Otoritas Tangerang Cari Pemilik Sejati McLaren 570S, Tercatat atas Nama Montir
Otoritas pajak Tangerang menelusuri McLaren 570S bernilai hampir Rp 5 miliar setelah montir yang tercatat me...
Nuanu Creative City Targetkan 5.000–6.000 Pekerja Harian pada 2030
Nuanu Creative City menargetkan 5.000–6.000 pekerja harian pada 2030 dan berambisi jadi alasan 10% kunjungan...