Ye Bela Penampilan di Konser Jakarta yang Diikuti 70.000 Penonton
Jakarta. Rapper Amerika Ye membela penampilannya pada konser Sabtu malam setelah beberapa penonton mengeluhkan interaksi yang terbatas dan ekspresi frustrasi saat membawakan lagu "Heartless". Pertunjukan bertajuk Ye Live digelar di Stadion Gelora Bung Karno dan menurut penyelenggara menarik sekitar 70.000 penonton.
Pertunjukan dan data penonton
Dari panggung raksasa, Ye tampil menggunakan pakaian longgar berwarna abu-abu, sepatu bot hitam, dan penutup kepala penuh. Selama sekitar dua jam, ia membawakan 37 lagu yang mencakup seluruh fase kariernya, dari hip-hop bernuansa R&B hingga rap yang lebih keras.
Penyelenggara, Raw Vision Collective, memperkirakan sekitar 25.000 pengunjung asing datang dari 80 negara, sementara dampak ekonomi konser diperkirakan mencapai Rp 450 miliar.
| Item | Angka |
|---|---|
| Jumlah penonton | 70.000 |
| Pengunjung asing | ~25.000 (80 negara) |
| Jumlah lagu | 37 |
| Durasi | ~2 jam |
| Penjualan tiket | Rp 328 miliar |
| Dampak ekonomi | Rp 450 miliar (USD 31,7 juta) |
Kritik penonton dan pembelaan Ye
Beberapa penonton menyoroti sikap panggung Ye saat membawakan "Heartless", menyebut ia tampak kesal dan mengulang bagian reff beberapa kali. Kritik juga muncul di media sosial terhadap interaksi sang artis dengan penonton.
"At this point, bro tryna ragebait," tulis salah satu pengguna media sosial.
Menanggapi komentar itu, Ye memberi bantahan singkat lewat balasan di akun sosial. Ia menegaskan suasana konser tetap hidup dan menyebut gaya penampilannya sebagai bagian dari rock and roll.
"Bro, this shit was a vibe. The crowd was very loud. It’s called rock and roll."
Keluhan suara dan penilaian penonton
Sejumlah penonton juga mengeluhkan kualitas suara di beberapa area stadion. Penyelenggara meminta maaf dan menjelaskan bahwa desain sistem suara dan tata letak stadion ditangani tim produksi Ye.
Salah satu penonton, Rico Utoro, mengakui suara kadang terdengar kurang jelas, tetapi menilai tantangan teknis untuk stadion sebesar GBK cukup besar. Ia menambahkan bahwa elemen visual seperti globe raksasa, laser, dan kembang api cukup menutup keterbatasan interaksi panggung.
Implikasi ekonomi dan penutup
Gubernur DKI mencatat konser ini memberi efek ekonomi signifikan bagi Jakarta, baik melalui penjualan tiket maupun aktivitas wisata dan konsumsi sebelum serta sesudah acara. Dengan angka-angka yang dirilis, konser internasional jenis ini menjadi potensi pemasukan penting bagi kota.
Ke depan, diskusi soal kualitas produksi dan ekspektasi interaksi artis kemungkinan terus muncul seiring penyelenggaraan konser skala besar di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Ye Live di Jakarta: Globe Raksasa, 50.000 Penonton dan Nuansa Nostalgia
Ye Live di GBK: panggung globe 360°, sekitar 50.000 penonton, dua jam dan 37 lagu, menyuguhkan visual menges...
Akses GBK Padat Saat Konser Ye dan 5 Acara Besar, Simak Pintu & Parkir
Sekitar 130.000 pengunjung diperkirakan memadati GBK 24 Okt; simak pintu masuk, parkir, dan rekomendasi tran...
Lebih dari 2.000 Petugas Amankan Konser Kanye West di GBK
Lebih dari 2.000 petugas keamanan dikerahkan untuk mengamankan konser Kanye West di GBK; penyelenggara minta...
JRF 2026: Transportasi Gratis, Layanan Medis, dan Penutupan Jalan
Pemprov DKI siapkan transportasi gratis, layanan medis, dan penutupan jalan untuk JRF 24–25 Okt 2026 bagi 37...
Penulis Afrika Selatan Terbitkan 370+ Buku Menggunakan AI
Coral Hart, penulis Afrika Selatan, terbitkan 370+ buku sejak Feb 2025 lewat AI, sambil hadapi kecaman, anca...
Nanmoku dan Belen: Desa Jepang Ajak Warga Peru Tinggal Permanen
Nanmoku menjajaki peluang menerima warga Belen, Peru, untuk menetap demi mengatasi krisis penuaan desa dan k...