Gaya Hidup

Bocelli Tetap Konser di Indonesia, Dua Tanggal di Borobudur dan JIExpo

Bagikan:
Andrea Bocelli tampil di atas panggung; tenor Italia yang akan konser di Borobudur dan Jakarta

Jakarta. Tenor Italia Andrea Bocelli akan tetap menggelar dua konser di Indonesia meski mendapat penolakan dari sejumlah kelompok Muslim terkait dugaan dukungannya terhadap Israel. Promotor Shoemaker Live memastikan konser bagian Romanza 30th Anniversary World Tour berlangsung pada 31 Oktober di Candi Borobudur, Magelang, dan 3 November di Jakarta International Expo.

Konser dan dukungan pemerintah

Shoemaker Live menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara. Pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengapresiasi dukungan serta arahan yang diberikan pihak berwenang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan bimbingan sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman. Kami memahami konser ini memiliki makna yang melampaui pertunjukan musik,"

Prajna menambahkan konser dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas, terutama kepada komunitas yang terdampak konflik bersenjata.

Program kemanusiaan dan donasi

Shoemaker Live berencana mengadakan kegiatan penggalangan dana sebagai bagian dari rangkaian konser. Rencana itu termasuk donasi 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan negara lain yang terdampak konflik.

  • Donasi 100.000 pasang sepatu untuk anak di zona konflik
  • Penggalangan dana untuk program kemanusiaan global
  • Dukungan kegiatan Andrea Bocelli Foundation (ABF) berupa pendidikan musik dan bantuan psikososial

Prajna menyoroti pula peran Andrea Bocelli Foundation (ABF) yang sejak 2011 fokus pada pemberdayaan komunitas, pendidikan musik, pertukaran budaya, dan dukungan bagi korban krisis kemanusiaan.

Keberatan MUI dan alasan penolakan

Penolakan datang dari Dewan Ulema Indonesia (MUI) yang mendesak pemerintah untuk menghalangi konser karena dugaan dukungan Bocelli terhadap Israel. MUI menunjuk pada keterlibatan yang diklaim terjadi pada acara penggalangan dana di Los Angeles tahun 2010 dan penampilan Bocelli di Tel Aviv pada 2022 sebagai dasar kekhawatiran.

MUI berpendapat penyelenggaraan konser semacam itu dapat bertentangan dengan prinsip kemanusiaan Indonesia dan dukungan negara terhadap Palestina.

Respons Bocelli

Bocelli sendiri memberi pernyataan yang menekankan peran musik sebagai jembatan melintasi perbedaan politik, agama, dan negara sepanjang kariernya. Ia juga menegaskan tidak ada rencana penggunaan hasil konser untuk tujuan politik atau militer.

"Saya juga ingin meyakinkan mereka yang khawatir tentang bagaimana hasil penjualan tiket akan digunakan. Tidak ada penggalangan dana untuk tujuan politik atau militer yang direncanakan sehubungan dengan konser ini, maupun penggunaan hasil untuk tujuan tersebut,"

Dampak dan prospek ke depan

Dengan konfirmasi promotor, kedua konser tetap dijadwalkan berjalan. Penyelenggara menegaskan fokus pada pesan perdamaian dan kegiatan kemanusiaan sambil memastikan tata keamanan acara.

Kontroversi ini berpotensi memicu perdebatan publik tentang kebijakan kebudayaan dan pertimbangan diplomatik, namun promotor berharap rangkaian kegiatan sosial yang menyertai konser dapat meredam ketegangan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait