Olahraga

SDN 021 Ciporeat dan SDN 075 Jatayu Juara MLSC Bandung 2026

Bagikan:
Pemain SDN 021 Ciporeat merayakan kemenangan di Lapangan Seskoad Bandung

Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 2026–2027 menutup gelaran pada Minggu (1/11) di Lapangan Seskoad, Bandung, Jawa Barat. Dua gelar juara resmi dikunci oleh SDN 021 Ciporeat untuk KU 12 dan SDN 075 Jatayu untuk KU 10 setelah laga final yang berlangsung ketat dan penuh drama.

KU 12: SDN 021 Ciporeat unggul lewat disiplin pertahanan dan serangan balik

Final Kelompok Usia (KU) 12 mempertemukan SDN 021 Ciporeat melawan SD Pelita. Laga berjalan alot sejak menit awal dengan kedua tim menunjukkan kedisiplinan tinggi pada lini belakang.

Kebuntuan pecah pada menit ke-13 ketika kemelut di depan gawang dimanfaatkan oleh pemain bernomor punggung 7, Kayla Anisa Salsabila, yang berhasil membobol gawang lawan dan membawa Ciporeat memimpin 1–0. Selang semenit, serangan cepat dari lapangan tengah berbuah gol lagi lewat sepakan Shafira Ramadhani pada menit ke-14, mengubah skor menjadi 2–0 hingga turun minum.

Di babak kedua SD Pelita sempat bangkit dan mencetak gol lewat tendangan jarak jauh Annisa Febriany pada menit ke-18, tetapi rapatnya pertahanan dan skema counter-attack SDN 021 Ciporeat membuat skor 2–1 bertahan hingga peluit akhir. Hasil itu memastikan SDN 021 Ciporeat menjuarai KU 12.

"Di partai final ini kami fokus di defense karena lawan memiliki teknik yang bagus… Alhamdulillah anak-anak mampu mengikuti strategi dan latihan fisik yang dijalani tanpa mengeluh," ujar Head Coach SDN 021 Ciporeat, Muhammad Hilal Azhary.

KU 10: Drama tiga gol dan tradisi juara SDN 075 Jatayu

Partai puncak KU 10 juga berlangsung sengit antara SDN 075 Jatayu melawan SDN 065 Cihampelas. Kedua tim sama-sama kesulitan membongkar pertahanan di babak awal.

Penyerang tajam SDN 075 Jatayu, Felisha Mikhayla Hernawan, akhirnya memecah kebuntuan lewat gol pada penghujung babak pertama (menit ke-15). Perolehan itu mengubah ritme permainan dan memicu momen-momen seru di babak kedua.

Drama pertandingan tercatat dengan total tiga gol yang mempengaruhi jalannya laga. Pada akhirnya SDN 075 Jatayu keluar sebagai juara KU 10, mempertahankan tradisi kuat mereka di nomor usia ini.

Makna kemenangan dan prospek ke depan

Kedua gelar tersebut menegaskan peran MLSC sebagai ajang pengembangan bakat sepak bola putri usia sekolah dasar di Jawa Barat. Selain memberikan pengalaman kompetitif, turnamen ini juga menjadi panggung bagi pelatih dan sekolah untuk mengasah taktik dan kerja sama tim.

Dengan selesainya Seri 1, perhatian kini tertuju pada kelanjutan musim 2026–2027 dan peluang pemain muda tampil di level yang lebih tinggi.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait