Gaya Hidup

Bambu Lab Buka Creative Hub Pertama di Bandung dengan Booth 3D Printing

Bagikan:
Bambu Lab Booth di Urban Republic Dago Bandung menampilkan 3D printer dan pengunjung

PT Tek Lab Indonesia, distributor resmi Bambu Lab, membuka Bambu Lab Booth di Urban Republic Dago, Bandung, Jumat (21/8/2026). Booth ini menjadi creative hub offline pertama di Jawa Barat dan dirancang untuk mendekatkan teknologi 3D printing kepada masyarakat. Pengunjung dapat melihat demo, mencoba perangkat secara langsung, dan berdiskusi mengenai aplikasi 3D printing untuk hobi, edukasi, dan pengembangan produk.

Kehadiran booth bukan hanya untuk transaksi jual-beli. Ruang ini memberi akses pengalaman nyata bagi mereka yang ingin memahami kemampuan 3D printer sebelum berinvestasi. Dengan demikian, masyarakat Bandung dan sekitarnya mendapat kesempatan eksplorasi teknologi secara langsung dan praktis.

Jadi Ruang Bertemu Ide dan Kreativitas

Bambu Lab Booth Urban Republic Dago dirancang sebagai titik temu bagi pelaku kreatif dan komunitas. Pengurus booth membuka peluang diskusi, uji coba, dan kolaborasi antar pengguna maupun pemula.

Beberapa aplikasi yang ditampilkan meliputi:

  • Hobi dan proyek personal
  • Edukasi dan pelatihan
  • Pengembangan prototipe produk
  • Peluang usaha dan kreativitas baru

Dengan format hands-on seperti ini, pengunjung dapat langsung melihat hasil cetak, mempelajari perangkat lunak pendukung, dan berkonsultasi mengenai material serta teknik cetak yang sesuai.

Manfaat untuk Ekosistem Kreatif Bandung

PT Tek Lab Indonesia menilai Bandung memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Kehadiran creative hub offline di kota ini diharapkan mendorong penyebaran pengetahuan dan pemanfaatan 3D printing secara lebih luas.

"Bandung merupakan salah satu kota dengan ekosistem kreatif yang sangat kuat dan kami melihat antusiasme masyarakatnya terhadap dunia kreatif juga sangat tinggi. Karena itu, kami ingin membawa Bambu Lab lebih dekat kepada masyarakat Bandung dan sekitarnya melalui kehadiran creative hub secara offline.

Kami berharap masyarakat tidak hanya dapat membeli produk, tetapi juga bisa melihat langsung, mencoba, berdiskusi, dan mendapatkan inspirasi mengenai apa saja yang bisa mereka ciptakan dengan 3D printer," ujar Jeffry Rianto, Country Head PT Tek Lab Indonesia.

Selain menjadi etalase produk, booth ini berpotensi menjadi pusat kegiatan seperti workshop, sesi edukasi, dan pertemuan komunitas. Langkah ini membuka ruang bagi lahirnya kolaborasi baru antara desainer, pelajar, dan pelaku usaha kreatif di Bandung.

Ke depan, Bambu Lab Booth diharapkan tidak hanya menggenjot minat penggunaan 3D printing, tetapi juga mendorong inovasi produk lokal yang berbasis cetak tiga dimensi. Dengan akses langsung ke perangkat dan pengetahuan praktis, keputusan untuk mengadopsi teknologi ini bisa diambil dengan lebih matang.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait