Olahraga

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Kini Fokus Piala Asia dan Piala Dunia

Bagikan:
Selebrasi Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup di SUGBK

Timnas Indonesia menorehkan sejarah dengan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam, 5 Oktober 2026, setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 usai bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Kemenangan ini memutus penantian 35 tahun Indonesia untuk kembali meraih gelar internasional level senior, namun fokus langsung bergeser ke ajang yang lebih berat: Piala Asia dan target jangka panjang menuju Piala Dunia.

Jalur Menuju Gelar

Final di SUGBK berlangsung ketat dan dramatis. Indonesia dan Thailand bermain imbang selama 90 menit, lalu menambah waktu 30 menit sehingga total 120 menit berakhir 2-2. Adu penalti menjadi penentu dan skuad Garuda menang 4-2.

Ribuan suporter memenuhi stadion dan memberikan dorongan moral bagi pemain. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto juga disebut memberi efek motivasi non-teknis bagi tim.

Reaksi Pengamat dan PSSI

Pengamat sepak bola nasional Kusnaini memuji mental pemain sebagai kunci kemenangan. Ia menilai karakter dan daya juang pemain memegang peran penting saat tekanan tinggi.

“Kunci kemenangan timnas garuda di pertandingan final adalah mental juara. Para pemain menunjukkan karakternya yang luar biasa, menunjukkan mental bertanding yang sangat baik,” kata Kusnaini, Senin, 5 Oktober 2026.

Pengamat lain, Alief Sachviar, menegaskan dukungan tuan rumah dan suasana stadion berpengaruh besar terhadap performa tim.

“Kalau saya melihat faktor dukungan tuan rumah ya, terutama di final penonton banyak sekali dan juga ada bapak presiden Prabowo Subianto. Jadi banyak faktor non teknis yang membuat motivasi pemain juga meningkat,” ujar Alief saat diwawancara RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dukungan publik dan tenaga ekstra dari suporter disebut-sebut menjadi pembeda ketika pertandingan mencapai fase penentuan.

Dampak dan Agenda Berikutnya

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif kesuksesan ini dan mengingatkan pentingnya persiapan serius untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk upaya mencapai Piala Dunia.

“Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain, buat coach, bahwa kalau memang kita mau masuk piala dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat. Tapi kita bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita,” ujar Erick Thohir.

Sekarang perhatian tim beralih ke Piala Asia yang berlangsung pada Januari mendatang di Arab Saudi. Pengamat menganggap Piala Asia sebagai tolok ukur sejati perkembangan tim di level benua.

  • Prestasi: Mengakhiri puasa gelar internasional senior selama 35 tahun.
  • Agenda dekat: Piala Asia (Januari, Arab Saudi) sebagai ujian berikutnya.
  • Target jangka panjang: Persiapan serius menuju Piala Dunia.

Penutup

Trofi FIFA ASEAN Cup memberi suntikan kepercayaan diri dan bukti bahwa peningkatan kualitas tengah berlangsung. Meski begitu, para pengamat dan PSSI sepakat tim tidak boleh cepat puas. Momentum kemenangan harus dijaga lewat peningkatan kualitas teknis, fisik, dan persiapan taktikal menjelang Piala Asia dan target kejuaraan dunia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait