Jupiter 'Menghilang' di Balik Bulan, 6 Oktober 2026
Jupiter akan tampak "menghilang" ketika Bulan menutupi planet raksasa itu sebelum fajar pada 6 Oktober 2026. Fenomena ini adalah okultasi, terjadi saat Bulan melintas di depan objek langit yang lebih jauh dari sudut pandang Bumi. Peristiwa hanya dapat disaksikan dari sebagian wilayah Amerika Utara, dengan waktu pengamatan berbeda menurut lokasi.
Apa itu okultasi?
Okultasi adalah peristiwa ketika satu objek langit tampak tertutup sementara oleh objek lain yang lebih dekat ke pengamat. Dalam kasus ini, Bulan yang sekitar 20 persen diterangi akan melintas di depan Jupiter dan menyebabkan planet itu tampak hilang dari pandangan.
Waktu dan lokasi pengamatan
Jalur terbaik pengamatan meliputi Amerika Serikat bagian timur dan tengah serta sebagian Kanada selatan. Waktu mulai dan berakhirnya okultasi akan berbeda-beda berdasarkan posisi pengamat di wilayah tersebut.
Di Amerika Serikat bagian barat, sebagian pengamat mungkin tidak menyaksikan momen Jupiter mulai tertutup karena Bulan dan Jupiter masih berada di bawah cakrawala saat itu. Namun setelah keduanya terbit, Jupiter akan tampak sangat dekat dengan Bulan meski tidak seluruh lokasi melewati jalur okultasi.
Kapan Jupiter kembali terlihat?
Planet raksasa itu diperkirakan muncul kembali sekitar satu jam setelah tertutup, dari sisi Bulan yang lebih gelap. Durasi ini adalah perkiraan umum dan dapat bervariasi menurut posisi pengamat dan kondisi atmosfer lokal.
Bagaimana cara menyaksikannya
Pengamat yang berada di luar jalur okultasi tetap dapat menikmati pemandangan Jupiter yang sangat dekat dengan Bulan. Pengamatan dasar bisa dilakukan dengan mata telanjang bila cuaca dan kondisi langit mendukung.
- Gunakan binokular untuk pandangan yang lebih jelas jika langit agak berawan.
- Teleskop kecil akan menampilkan detail lebih jelas dan mempercepat pengamatan saat Jupiter kembali muncul.
- Periksa prediksi cuaca lokal dan waktu terbit Bulan agar tidak kehilangan momen.
Mengapa peristiwa ini tergolong langka?
Okultasi oleh Bulan terjadi secara berkala, tetapi kesempatan untuk melihatnya dari lokasi tertentu relatif jarang. Rata-rata, sebuah lokasi di Bumi hanya dapat menyaksikan okultasi serupa sekitar sekali setiap 13 tahun. Oleh karena itu, kesempatan pada 6 Oktober 2026 menjadi momen penting bagi pengamat langit di wilayah yang tercakup.
Meski tidak semua pengamat di seluruh Amerika Utara akan melihat Jupiter benar-benar tertutup, fenomena ini tetap menawarkan pemandangan langit yang menarik dan menjadi kesempatan baik untuk kegiatan pengamatan amatir maupun edukasi astronomi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
156 Paket Data Belum Lindungi Kuota Tidak Terpakai
Kemkomdigi menemukan 156 paket data dari Telkomsel, XLSmart, dan Indosat belum lindungi kuota tidak terpakai...
Peran Satelit: Komunikasi hingga Mitigasi Bencana
BRIN menegaskan peran satelit dalam komunikasi, navigasi, pemantauan lingkungan, dan mitigasi bencana selama...
Pengawasan AI Perlu Diperketat untuk Cegah Penyalahgunaan
Pakar SoCS Nusa Putra, Teddy Mantoro, mendesak pengawasan AI diperketat menyusul peningkatan kasus penyalahg...
Crew-12 Akhiri Misi di ISS, Pulangkan Hasil Riset Antariksa
Crew-12 rampungkan misi ISS dan membawa pulang sampel riset awal Oktober 2026; eksperimen mencakup biomedis,...
Kru ISS Jadi 11 Orang: Crew-13 Tiba, Crew-12 Bersiap Pulang
Empat anggota Crew-13 tiba di ISS 1 Oktober 2026, menambah kru jadi 11; Crew-12 menyelesaikan persiapan kepu...
COGI VR BRIN: Simulasi VR untuk Pengenalan Teknologi Nuklir
Poltek Nuklir BRIN luncurkan COGI VR, simulasi replica gamma irradiator untuk meningkatkan literasi nuklir s...