IHSG Menguat 1,21% ke 6.129, Didukung Turunnya Harga Minyak dan Bantuan Sosial
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,21 persen pada Selasa, 6 Oktober 2026, ke level 6.129,92. Penguatan terjadi seiring penurunan harga minyak global dan kebijakan domestik penyaluran bantuan sosial.
Pergerakan dan data perdagangan
Pada pembukaan, IHSG menguat ke level 6.139 dan sempat menyentuh titik tertinggi 6.219 sebelum menutup sesi pada zona positif. Sepanjang hari indeks bergerak fluktuatif namun tetap mempertahankan momentum kenaikan.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Volume saham | 48 miliar |
| Nilai transaksi | Rp12 triliun |
| Frekuensi transaksi | 1,8 juta kali |
Faktor sentimen pasar
Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan dengan kenaikan 3,16%. Kinerja regional juga positif, sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang mengikut Wall Street.
Sentimen global diperkuat oleh penurunan harga minyak Brent, yang berada sekitar US$100 per barel setelah turun 1,9 persen. Penurunan ini meningkatkan selera risiko investor meski imbal hasil obligasi masih menjadi perhatian.
Dukungan kebijakan domestik
Pasar lokal juga merespons kebijakan pemerintah yang meningkatkan penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli rumah tangga menjelang akhir tahun. Kebijakan ini memberikan dorongan permintaan domestik dan menjadi salah satu faktor positif bagi pasar.
"Pemerintah meningkatkan penyaluran bantuan sosial untuk menopang daya beli rumah tangga menjelang akhir tahun," kata tim Pilarmas dalam risetnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Risiko dan data yang dinanti
Meskipun bergerak naik, IHSG masih terbatas karena investor berhati-hati menunggu rilis data domestik penting. Minggu ini pasar memantau posisi cadangan devisa September serta indeks keyakinan konsumen.
"Inflasi pangan masih tinggi akibat gangguan panen yang dipicu cuaca ekstrem, El Niño, dan bencana lokal," ujar tim Pilarmas, menyoroti risiko yang dapat menekan konsumsi.
Proyeksi makro dan emiten penggerak
Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tumbuh 4,5 persen pada 2026. Untuk Indonesia, proyeksi pertumbuhan diperkirakan stabil di angka 5,2 persen pada 2026 dan 2027, didorong konsumsi swasta dan belanja pemerintah. Namun lembaga itu juga mencatat tantangan seperti pelemahan daya beli dan tekanan fiskal.
Di lantai bursa, saham yang mengangkat indeks LQ45 hari ini antara lain
- GOTO
- AMMN
- INDY
- DEWA
- MAPI
Sementara yang menekan indeks antara lain
- BBCA
- HRTA
- TLKM
- AMRT
- ICBP
Pasar akan terus mencermati pembukaan kembali aktivitas pasar China pada Kamis, karena pergerakan di sana berpotensi memberi sentimen tambahan bagi perdagangan domestik.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Naik 20,27 Poin, Stimulus Rp31 T Dukung Prospek Pasar
IHSG menguat 20,27 poin di pembukaan 5 Okt 2026; pemerintah siapkan stimulus Rp31 triliun yang mendukung pro...
Surplus Dagang Agustus 2026 Melonjak Jadi USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, ditopang ekspor lemak/minyak nabati, bahan bakar min...
BPK Rangkum 762 Laporan Pemeriksaan pada IHPS I 2026
BPK merangkum 762 LHP dalam IHPS I 2026; mayoritas mendapat opini WTP, Isma Yatun dorong tindak lanjut rekom...
Australia-Indonesia Perkuat Riset Material Berkelanjutan dan Manufaktur
Forum 24–25 Sept 2026 di Jakarta satukan peneliti Australia-Indonesia untuk kembangkan material daur ulang d...
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.570.000 per Gram
Emas Antam turun Rp10.000 per gram pada 6 Oktober 2026, harga 1 gram kini Rp2.570.000; simak daftar harga pe...
Commuter Line Layani 271,48 Juta Penumpang hingga Triwulan III 2026
KAI Commuter melayani 271,48 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek hingga triwulan III 2026, naik 6,25% da...