Bio Farma Kirim 3.000 Dosis Vaksin Tetanus-Difteri untuk Korban Gempa NTT
PT Bio Farma Persero mengirimkan 3.000 dosis vaksin tetanus-difteri untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman dimulai pada 17 Agustus 2026 untuk menanggapi gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Vaksin ini ditujukan untuk melindungi relawan dan warga setempat serta memperkuat respons kesehatan darurat.
Pengiriman dan kronologi
Logistik kesehatan dikirim bertahap sejak 17 Agustus 2026 ke lokasi terdampak gempa. Distribusi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan primer dan pencegahan penyakit pascabencana.
Koordinasi lintas lembaga
Penyaluran dilakukan oleh Bio Farma Group bersama Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, distribusi bantuan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dinas kesehatan daerah setempat.
- Kerja sama antarlembaga untuk mempercepat distribusi
- Fasilitasi transportasi oleh TNI Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat
- Pengintegrasian kapabilitas unit usaha dalam grup untuk respons terpadu
Rincian paket bantuan
Selain vaksin, paket dukungan mencakup kebutuhan dasar yang ditujukan untuk membantu kondisi sementara korban.
- Perlengkapan kebersihan
- Selimut
- Makanan
- Susu dan popok untuk balita
Pernyataan pimpinan
Direktur Utama PT Bio Farma Persero, Shadiq Akasya, menyatakan bantuan ini merupakan respon cepat perusahaan terhadap bencana. Ia menegaskan koordinasi internal sebagai kunci efektivitas distribusi.
"Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami," kata Shadiq Akasya dalam keterangan, Minggu, 23 Agustus 2026.
"Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak," ujarnya.
Dampak dan tindak lanjut
Integrasi entitas kesehatan di dalam grup dimaksudkan untuk menyediakan respons yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Fasilitasi transportasi oleh satuan udara militer membantu percepatan pengiriman ke wilayah terdampak. Ke depan, dukungan ini diharapkan memperkecil risiko penyakit menular pascabencana dan mendukung pemulihan fisik masyarakat.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
RS Ciputra Resmikan Lantai 5 VIP untuk Perkuat Layanan Pasien
RS Ciputra Hospital CitraGarden City meresmikan Lantai 5 VIP pada 8 Agustus 2026 untuk tingkatkan kenyamanan...
Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter: Tantangan Evakuasi
Pakar sebut ambulans udara efektif jika terintegrasi dengan armada, tenaga medis, fasilitas, dan moda lain u...
Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter Ungkap Tantangan
Ambulans udara dan dokter terbang butuh inventarisasi armada, fasilitas, dan integrasi antarmoda agar evakua...
Wamenkes: CKG dan Tracing TBC Harus Jangkau Seluruh Warga
Wamenkes tinjau CKG terintegrasi tracing TBC di Rawasari dan dukung penggunaan perangkat Remedi radiografi d...
Kenali Prokrastinasi dan Cara Efektif Mengatasinya
Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda tugas yang dipicu emosi negatif; kenali pemicunya dan terapkan strate...
Kemenkes Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Ruteng untuk Korban Gempa
Kemenkes siapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Ruteng, dengan kapasitas 60-100 tempat tidur da...