Wamenkes: CKG dan Tracing TBC Harus Jangkau Seluruh Warga
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus meninjau posko pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang terintegrasi dengan tracing Tuberkulosis (TBC) di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat 21 Agustus 2026. Kunjungan bertujuan memastikan program menjangkau warga hingga tingkat RW dan mempercepat penemuan kasus.
Peninjauan CKG dan tujuan tracing
Benjamin menilai layanan CKG dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan kesehatan secara mudah, cepat, dan terjangkau. Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang menjalankan tracing TBC hingga ke tingkat kecamatan.
Program CKG memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan kesehatan secara mudah, cepat, serta terjangkau. Kami mengapresiasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang menjalankan tracing TBC hingga menjangkau masyarakat di tingkat kecamatan,
Petugas posko melayani pemeriksaan dasar di tingkat RW dan merujuk warga terindikasi untuk pemeriksaan lanjutan. Pendekatan ini diharapkan menurunkan keterlambatan diagnosis dan menghentikan penularan di lingkungan keluarga.
Perangkat Remedi: radiografi digital portabel
Saat peninjauan, Benjamin juga melihat perangkat Remedi asal Korea Selatan yang berfungsi sebagai sistem radiografi digital portabel. Alat ini dinilai membantu percepatan diagnosis baik di rumah sakit maupun di lokasi pemeriksaan lapangan.
Perangkat Remedi mendukung diagnosis secara cepat melalui sistem radiografi digital portabel untuk pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi. Alat ini dapat digunakan di rumah sakit maupun lapangan, sehingga membantu mempercepat pemeriksaan pasien dan penanganan medis,
Keunggulan perangkat Remedi antara lain:
- Ukuran minimalis sehingga mudah dibawa ke lokasi pemeriksaan.
- Mendukung pemeriksaan paru-paru yang krusial untuk skrining TBC.
- Mempercepat proses rontgen dan penentuan tindak lanjut medis.
Peran pemerintah daerah dan harapan
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Eric P.Z. Lumbun menegaskan penguatan tracing merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta bebas TBC. Ia menyambut baik pengadaan alat Remedi yang ringkas dan mudah didistribusikan.
Kita akan tunggu pendistribusian alat rontgen tersebut. Informasinya akan disebar di setiap puskesmas kecamatan,
Eric menjelaskan alat Remedi dapat memeriksa paru-paru, perut, serta beberapa bagian tubuh lain secara cepat dan praktis. Ia juga mengimbau warga yang terindikasi TBC untuk menjalani pengobatan secara berkala dan menyelesaikan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Mari sama-sama kita jaga diri dan anggota keluarga dari TBC. Ikuti anjuran dokter, konsumsi obat, makanan bergizi, dan terapkan pola hidup sehat,
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan integrasi CKG dan tracing yang diperkuat serta dukungan perangkat rontgen portabel, pemerintah berharap deteksi dini TBC meningkat. Langkah selanjutnya adalah distribusi alat ke puskesmas kecamatan dan pemantauan kepatuhan pengobatan pasien.
Upaya ini diharapkan menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan mempercepat penanganan, sehingga target pengendalian TBC di Jakarta dapat lebih cepat tercapai.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Sering Mengantuk di Siang Hari? Bisa Jadi Kekurangan Vitamin D
Kantuk di siang hari bisa jadi tanda kekurangan vitamin D yang menurunkan energi, merusak tidur malam, dan m...
Kenali 5 Jenis Cerebral Palsy dan Klasifikasinya
Hari Kesadaran Cerebral Palsy (6 Oktober) mengingatkan pentingnya mengenali lima jenis dan klasifikasi berda...
Kenali Perbedaan 4D: Disleksia, Diskalkulia, Dispraksia, Disgrafia
Empat kondisi neuroperkembangan—disleksia, diskalkulia, dispraksia, disgrafia—memengaruhi cara belajar dan b...
Cara Mencegah Meningitis pada Bayi dan Balita
Imunisasi rutin dan kebiasaan hidup bersih adalah kunci mencegah meningitis pada bayi dan balita. Kenali gej...
Mengenal Meningitis Belt: Sabuk Wabah Meningitis di Afrika
Meningitis belt di Afrika sub-Sahara rentan wabah; WHO laporkan 21.526 dugaan kasus dan 971 kematian pada 20...
Flying Doctor Indonesia Perluas Akses Evakuasi Medis
Flying Doctor Indonesia dirintis Irwan dan dr. Vika sejak 2020 untuk membuka akses evakuasi medis nasional d...