Sering Mengantuk di Siang Hari? Bisa Jadi Kekurangan Vitamin D
Sering mengantuk pada siang hari bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D. Kondisi ini menurunkan tingkat energi, mengganggu kualitas tidur malam, dan meningkatkan risiko gangguan tulang serta infeksi. Menurut pakar gizi yang diwawancarai, kadar vitamin D rendah juga berhubungan dengan perubahan suasana hati.
Kaitan antara vitamin D dan kantuk siang
Pakar menjelaskan bahwa vitamin D berperan dalam menjaga energi, fungsi otot, dan regulasi mood. Ketika kadar vitamin D rendah, seseorang dapat mengalami kelelahan kronis dan kualitas tidur malam menurun. Gangguan tidur ini kemudian berimbas pada rasa kantuk berlebihan di siang hari.
"Vitamin D memainkan peran penting dalam menjaga tingkat energi dan fungsi otot. Vitamin D juga berperan dalam menjaga keseimbangan suasana hati dan regulasi tubuh secara keseluruhan," ujar Edwina Raj, Kepala Layanan Gizi Klinis dan Dietetik.
Gejala dan dampak kekurangan vitamin D
Kekurangan vitamin D tidak hanya membuat orang mudah mengantuk. Beberapa gejala dan dampak yang sering muncul meliputi:
- Mudah lelah dan penurunan daya tahan aktivitas.
- Tulang rapuh dan peningkatan risiko patah meski tanpa cedera berat.
- Peningkatan kerentanan terhadap infeksi karena fungsi sistem imun terganggu.
- Perubahan suasana hati atau risiko gejala depresi.
- Kualitas tidur malam yang buruk, yang memperparah kantuk di siang hari.
Penyebab umum kekurangan vitamin D
Beberapa faktor utama penyebab kadar vitamin D rendah adalah:
- Kurangnya paparan sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet B yang membantu sintesis vitamin D di kulit.
- Asupan makanan yang tidak mencukupi dari sumber vitamin D.
- Faktor usia, kondisi medis tertentu, atau penggunaan tabir surya yang berlebih dapat berkontribusi.
Sumber vitamin D dan pencegahan
Untuk mencegah atau memperbaiki kekurangan, penuhi kebutuhan vitamin D melalui kombinasi paparan matahari bijak dan konsumsi makanan kaya vitamin D. Contoh sumber makanan:
- Ikan berlemak dan minyak ikan
- Kuning telur
- Jamur yang terpapar sinar matahari
- Makanan yang diperkaya vitamin D
Catatan: Paparan matahari pagi selama 10–20 menit beberapa kali dalam seminggu sering disarankan untuk membantu sintesis vitamin D, tetapi kebutuhan tiap orang berbeda. Jika gejala berlanjut atau parah, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan kadar vitamin D dan saran suplemen yang tepat.
Pemahaman dan tindakan dini terhadap gejala sederhana seperti kantuk siang hari dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang pada tulang, imun, dan kesehatan mental.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Gaya Hidup Perkotaan Picu Risiko Demensia Dini, Dokter Ingatkan
Dokter neurologi: gaya hidup perkotaan meningkatkan risiko demensia dini melalui stres, tidur buruk, pola ma...
Tips Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Kemenkes dan Pemkot Bandung mengimbau jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk cegah penyakit saat musim hu...
Pemerintah Perluas Jaminan Sosial untuk 100.000 Pekerja Rentan
Pemerintah, BAZNAS, dan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program JSB untuk 100.000 pekerja rentan, dengan 30...
Dinkes Jabar: Pasien Influenza Rata-rata Pulih 10 Hari
Dinkes Jawa Barat menyebut pasien influenza rata-rata pulih sekitar 10 hari, lebih lama dibanding flu biasa...
Kasus ISPA di Jawa Barat Naik, Dinkes: Kondisi Masih Terkendali
Kasus ISPA di Jawa Barat naik menjadi 6.700 pada minggu ke-36, namun Dinkes menyatakan kondisi masih terkend...
Kasus Influenza Naik di Indonesia: Gejala, Data, dan Pencegahan
Kasus influenza di Indonesia naik pada minggu ke-38/2026; dominan H1N1pdm09. Kenali gejala, data surveilans,...