Kenali 5 Jenis Cerebral Palsy dan Klasifikasinya
Setiap 6 Oktober diperingati sebagai Hari Kesadaran cerebral palsy, momen untuk meningkatkan perhatian publik terhadap gangguan gerak ini. Cerebral palsy memengaruhi kemampuan mengendalikan gerakan dan mempertahankan postur, dengan bentuk dan dampak berbeda tergantung bagian otak yang terdampak dan tingkat keparahan.
“Terdapat lima jenis utama cerebral palsy berdasarkan karakteristik gangguan gerak. Kelima jenis tersebut adalah spastik, athetoid atau diskinetik, ataksik, hipotoni, dan campuran.”
Jenis berdasarkan karakteristik gerak
Menurut klasifikasi tersebut, ada lima kelompok utama yang membedakan pola gerak pada penyandang cerebral palsy. Berikut gambaran umum tiap jenis:
- Spastik: jenis paling umum yang ditandai oleh peningkatan tonus otot, menyebabkan otot menjadi kaku dan gerakan sulit dikendalikan. Kondisi ini sering menimbulkan kesulitan merangkak atau berjalan.
- Athetoid atau Diskinetik: memiliki pola gerak berbeda yang khas, berupa gerakan yang tidak terkontrol atau berubah-ubah.
- Ataksik: ditandai oleh gangguan keseimbangan dan koordinasi, sehingga pola gerak tampak tidak stabil.
- Hipotoni: ditandai oleh tonus otot yang rendah sehingga tubuh terasa lebih lemas.
- Campuran: gabungan dari dua atau lebih pola gerak di atas, sehingga karakteristiknya variatif pada tiap individu.
Klasifikasi berdasarkan bagian tubuh yang terdampak
Selain menurut pola gerak, cerebral palsy juga dapat diklasifikasikan berdasarkan area tubuh yang mengalami gangguan. Klasifikasi ini membantu tenaga medis dalam merencanakan pemantauan dan intervensi:
- Monoplegia: memengaruhi satu anggota tubuh.
- Diplegia: umumnya memengaruhi kedua kaki.
- Hemiplegia: memengaruhi satu sisi tubuh (kanan atau kiri).
- Triplegia: melibatkan tiga anggota tubuh.
- Quadriplegia: memengaruhi keempat anggota tubuh dan dapat turut memengaruhi otot tubuh bagian tengah.
- Double hemiplegia: memengaruhi keempat anggota tubuh dengan salah satu sisi terdampak lebih berat.
Mengapa pemahaman jenis penting
Mengetahui jenis dan klasifikasi cerebral palsy memudahkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mengenali kebutuhan penyandang. Pemahaman ini juga menjadi dasar dalam perencanaan layanan rehabilitasi dan adaptasi aktivitas sehari-hari.
Peringatan Hari Kesadaran cerebral palsy setiap 6 Oktober menjadi momentum untuk memperluas informasi dan meningkatkan kepedulian terhadap dampak kondisi ini pada kehidupan penyandangnya.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Tips Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Kemenkes dan Pemkot Bandung mengimbau jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk cegah penyakit saat musim hu...
Pemerintah Perluas Jaminan Sosial untuk 100.000 Pekerja Rentan
Pemerintah, BAZNAS, dan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program JSB untuk 100.000 pekerja rentan, dengan 30...
Dinkes Jabar: Pasien Influenza Rata-rata Pulih 10 Hari
Dinkes Jawa Barat menyebut pasien influenza rata-rata pulih sekitar 10 hari, lebih lama dibanding flu biasa...
Kasus ISPA di Jawa Barat Naik, Dinkes: Kondisi Masih Terkendali
Kasus ISPA di Jawa Barat naik menjadi 6.700 pada minggu ke-36, namun Dinkes menyatakan kondisi masih terkend...
Kasus Influenza Naik di Indonesia: Gejala, Data, dan Pencegahan
Kasus influenza di Indonesia naik pada minggu ke-38/2026; dominan H1N1pdm09. Kenali gejala, data surveilans,...
Hari Vegetarian: 10 Sumber Protein Nabati yang Mudah Didapat
Rayakan Hari Vegetarian 1 Oktober dengan mengenal 10 sumber protein nabati mudah ditemukan untuk menu harian...