IHSG Berpeluang Menguat, Pasar Tunggu Cadangan Devisa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)cadangan devisa dan laporan Bank Dunia yang dapat mempengaruhi sentimen investor.
Ringkasan Perdagangan Terakhir
Pada penutupan Selasa, IHSG naik 1,21 persen ke level 6.192,93. Seluruh sektor tercatat menguat, dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi dan teknologi.
Meski begitu, aksi jual oleh investor asing masih berlangsung dengan net sell sebesar Rp497,49 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- GOTO
- BMRI
- TLKM
- PACK
- AADI
Sinyal Teknikal dan Proyeksi
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai ada ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Mereka memproyeksikan indeks akan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan hari ini.
"Hari ini secara teknikal potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka,"
Perhatian Utama: Cadangan Devisa dan Laporan Bank Dunia
Pelaku pasar fokus pada data cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 yang akan dirilis Bank Indonesia hari ini. Sebagai perbandingan, posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 tercatat meningkat menjadi USD146,5 miliar dari USD145,3 miliar pada Juli.
Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Laporan juga menyebut pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mencapai 4,5 persen pada 2026.
"Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek. Tetapi di saat yang sama, berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih besar,"
Faktor Global yang Memengaruhi
Tim Phintraco mencatat beberapa faktor eksternal yang menjadi katalis bagi pasar global. Harga minyak Brent cenderung stabil di sekitar USD100 per barel, sementara imbal hasil obligasi AS turun 2 bps ke level 5,28 persen.
Harga emas spot juga menguat, ditutup naik 0,7 persen ke level USD4.168 per troy ons, didukung jeda kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar.
"Para investor global menantikan risalah rapat the Fed bulan September kemarin. Risalan itu menjadi petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter the Fed,"
Kesimpulan dan Prospek
Kombinasi data domestik — khususnya cadangan devisa — dan data serta kebijakan global diperkirakan menentukan arah IHSG dalam beberapa hari ke depan. Jika cadangan devisa menunjukkan posisi yang kuat, sentimen pasar berpotensi mendukung penguatan lanjutan IHSG. Sebaliknya, angka yang mengecewakan bisa memicu koreksi setelah reli terakhir.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Menguat 1,26% hingga Jeda Siang, Sentimen Stimulus Rp31 T
IHSG menguat 1,26% ke 6.196,09 pada jeda siang 6 Okt 2026, terdorong prospek stimulus pemerintah Rp31 triliu...
OJK Proyeksikan Industri Pembiayaan Tumbuh 2–4% hingga 2026
OJK proyeksikan industri perusahaan pembiayaan tumbuh 2–4% sampai akhir 2026; piutang tercatat Rp514,08 tril...
IHSG Naik 20,27 Poin, Stimulus Rp31 T Dukung Prospek Pasar
IHSG menguat 20,27 poin di pembukaan 5 Okt 2026; pemerintah siapkan stimulus Rp31 triliun yang mendukung pro...
Surplus Dagang Agustus 2026 Melonjak Jadi USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, ditopang ekspor lemak/minyak nabati, bahan bakar min...
BPK Rangkum 762 Laporan Pemeriksaan pada IHPS I 2026
BPK merangkum 762 LHP dalam IHPS I 2026; mayoritas mendapat opini WTP, Isma Yatun dorong tindak lanjut rekom...
Australia-Indonesia Perkuat Riset Material Berkelanjutan dan Manufaktur
Forum 24–25 Sept 2026 di Jakarta satukan peneliti Australia-Indonesia untuk kembangkan material daur ulang d...