Kesehatan

Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter Ungkap Tantangan

Bagikan:
Ambulans udara dan tim dokter terbang untuk evakuasi pasien di daerah terpencil

Rencana penyediaan ambulans udara dan tim dokter terbang oleh pemerintah dinilai penting untuk evakuasi pasien di wilayah terpencil, namun implementasinya memerlukan persiapan matang dan sistem evakuasi terintegrasi. Pernyataan ini disampaikan Aviation Medicine Specialist Vika Cokronegoro saat menjelaskan tantangan operasional, Sabtu, 22 Agustus 2026, di Indonesia.

Mengapa sistem terintegrasi diperlukan

Vika menekankan ambulans udara bukan sekadar menyediakan pesawat. Layanan harus didukung tenaga medis, fasilitas kesehatan, peralatan medis portabel, serta moda transportasi darat dan laut.

Menurutnya, tanpa sinkronisasi antar komponen ini, pasien yang dievakuasi bisa tetap mengalami keterlambatan atau rujukan berulang.

Definisi dan peran "flying doctor"

Vika menjelaskan konsep flying doctor sebagai tim medis yang mendampingi pasien sepanjang perjalanan hingga tiba di rumah sakit tujuan.

"Flying Doctor merujuk kepada tim medis yang mendampingi pasien selama perjalanan hingga pasien tiba di RS tujuan,"

Tim ini juga harus membawa peralatan medis darurat portabel yang dapat dipindahkan dari rumah sakit asal, ambulans darat, pesawat, hingga rumah sakit tujuan.

Risiko evakuasi udara dan penilaian pasien

Evakuasi lewat udara membawa risiko berbeda dari darat. Karena itu pasien harus dinilai sebelum diputuskan diterbangkan.

"Contoh dari risiko ini adalah rendahnya kadar oksigen dalam kabin (berbahaya pada pasien dengan anemia, kelainan jantung dan paru). Tekanan udara yang lebih rendah atau hypobaric,"

"Adanya gaya yang terkena pada pasian (G Force) yang harus kita perhatikan pada pasien-pasien pendarahan,"

Vika memaparkan dua pendekatan evakuasi untuk pasien yang belum mendapat terapi definitif: stay and play (stabilisasi dulu) dan scoop and run (langsung dibawa ke rumah sakit jika butuh penanganan segera).

Jenis armada dan pemilihan pesawat

Armada air ambulance harus disesuaikan kondisi pasien, geografis, dan fasilitas bandara di rute penerbangan.

  • Jet — untuk jarak jauh dan fasilitas landasan memadai
  • Pesawat propeller — alternatif untuk landasan pendek
  • Seaplane — untuk wilayah berair tanpa landasan
  • Helikopter — paling fleksibel untuk mendarat di lapangan terbuka

"Helikopter paling fleksibel. Bisa landing di lapangan terbuka yang disekitarnya tidak ada obstacle,"

Inventarisasi, pangkalan, dan koordinasi

Vika menyarankan pemerintah melakukan inventarisasi armada, rumah sakit, tenaga medis, dan peralatan kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Tujuannya mengurangi kebutuhan pengadaan baru dan menekan biaya operasional.

"Perlu inventarisasi dan koordinasi armada, fasilitas kesehatan, tenaga medis dan peralatan medis milik pemerintah dan swasta. Sehingga meminimalisir biaya pengadaan,"

Lokasi pangkalan harus terintegrasi dengan rumah sakit yang memiliki fasilitas lifesaving lengkap untuk mencegah rujukan berulang.

"Base air ambulance harus berbarengan dengan RS yang fasilitas lifesaving-nya lengkap. Karena operasional pesawat ini mahal jadi jangan sampai pasien sudah dievakuasi lalu karena fasilitas tidak lengkap kemudian harus dirujuk lagi,"

Sinergi lintas sektor dan inisiatif pemerintah

Vika menekankan layanan ini membutuhkan sinergi operator penerbangan, tenaga medis, rumah sakit, serta regulasi di sektor perhubungan dan kesehatan.

"Operasional ini sangat kompleks, perlu sinergi operator penerbangan, tenaga medis, regulasi perhubungan dan kesehatan,"

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan rencana ambulans udara dan dokter terbang untuk menjangkau lokasi dengan medan terbatas. Ia menyebut inisiatif ini salah satunya untuk menekan angka kematian ibu di daerah sulit akses.

"Kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan a lapangan rumput... supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau ada sakit,"

Implementasi ambulans udara menuntut perencanaan teknis dan operasi yang matang agar manfaat bagi wilayah terpencil dapat terealisasi secara aman dan berkelanjutan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait