Flying Doctor Indonesia Perluas Akses Evakuasi Medis
Flying Doctor Indonesia didirikan oleh Irwan Halim bersama dr. Vika Cokronegoro sejak 2020 untuk membuka akses evakuasi medis bagi pasien yang membutuhkan pemindahan antarwilayah maupun luar negeri. Layanan ini mengatur transportasi, rekomendasi rumah sakit, pengurusan penjaminan, dan pendampingan tenaga kesehatan. Pernyataan terbaru disampaikan Irwan pada Senin, 5 Oktober 2026.
Layanan, cakupan, dan prosedur
Layanan yang dirintis pasangan ini bukan hanya mengatur perjalanan pasien. Tim juga mengevaluasi kebutuhan medis, memilih fasilitas yang tepat, dan menyiapkan tenaga pendamping selama perjalanan.
Setiap proses evakuasi disesuaikan kondisi pasien. Salah satu opsi adalah penerbangan komersial dengan fasilitas stretcher jika kondisi memungkinkan dan aman secara medis.
Hingga saat ini, Flying Doctor Indonesia menangani evakuasi domestik antarpulau dan rute internasional ke negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, India, China, Korea Selatan, Italia, dan Amerika Serikat.
Kisah evakuasi di masa pandemi
Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat pandemi Covid-19. Seorang anak asal Pegunungan Sentani, Papua, yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, menderita tuberkulosis tulang belakang hingga tidak dapat berjalan.
Setelah dokumen medis dikirim untuk penilaian, dr. Vika menyimpulkan pasien masih layak dipulangkan menggunakan pesawat komersial dengan fasilitas stretcher. Pilihan ini mengurangi kebutuhan pesawat sewaan yang jauh lebih mahal.
Kendala utama berikutnya adalah biaya. Flying Doctor Indonesia kemudian melakukan penggalangan dana agar pasien dapat dipulangkan dan mendapatkan pendampingan perawat selama perjalanan.
Pasien berhasil tiba di Pegunungan Sentani, dan sekitar 1,5 tahun kemudian kondisi pasien membaik hingga dapat berjalan kembali. Irwan dan tim menganggap momen ini sebagai bukti pentingnya layanan yang menyeluruh.
Puji Tuhan, kami sangat mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberikan mukjizat untuk pasien ini.
Visi, nilai, dan rencana ke depan
Irwan menekankan bahwa evakuasi medis adalah bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan. Ia berharap layanan ini bisa menjangkau masyarakat dari Sabang hingga Merauke, serupa konsep Royal Flying Doctor Service di Australia.
Komitmen pelayanan menurut Irwan juga berakar dari nilai yang ia peroleh di pendidikan, terutama motto Iman, Ilmu, Pelayanan. Ia menegaskan totalitas dalam melayani pasien sebagai landasan operasional.
Ke depan, pasangan pendiri berencana memperluas layanan dan menyediakan opsi bantuan gratis bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sambil terus meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit dan penyedia asuransi.
Dengan pengalaman lapangan dan pendekatan yang menggabungkan aspek medis serta operasional, Flying Doctor Indonesia berupaya menjadikan evakuasi medis lebih terjangkau dan terkoordinasi bagi pasien di berbagai daerah.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Gaya Hidup Perkotaan Picu Risiko Demensia Dini, Dokter Ingatkan
Dokter neurologi: gaya hidup perkotaan meningkatkan risiko demensia dini melalui stres, tidur buruk, pola ma...
Tips Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Kemenkes dan Pemkot Bandung mengimbau jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk cegah penyakit saat musim hu...
Pemerintah Perluas Jaminan Sosial untuk 100.000 Pekerja Rentan
Pemerintah, BAZNAS, dan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Program JSB untuk 100.000 pekerja rentan, dengan 30...
Dinkes Jabar: Pasien Influenza Rata-rata Pulih 10 Hari
Dinkes Jawa Barat menyebut pasien influenza rata-rata pulih sekitar 10 hari, lebih lama dibanding flu biasa...
Kasus ISPA di Jawa Barat Naik, Dinkes: Kondisi Masih Terkendali
Kasus ISPA di Jawa Barat naik menjadi 6.700 pada minggu ke-36, namun Dinkes menyatakan kondisi masih terkend...
Kasus Influenza Naik di Indonesia: Gejala, Data, dan Pencegahan
Kasus influenza di Indonesia naik pada minggu ke-38/2026; dominan H1N1pdm09. Kenali gejala, data surveilans,...