Ekonomi

IHSG Terkoreksi 0,55% ke 6.158 pada Akhir Sesi I, Asing Dominasi Jual

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG turun pada sesi I 7 Oktober 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,55 persen pada akhir sesi I perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, berada di level 6.158,78. Penurunan dipengaruhi oleh aksi jual investor asing dan pelemahan beberapa sektor utama.

Pergerakan pasar dan data perdagangan

Pada pembukaan, IHSG sempat menguat menuju 6.210 dan menyentuh titik tertinggi sesi di 6.214. Namun sepanjang sesi I indeks bergerak fluktuatif dan berakhir di zona negatif.

Hingga jeda siang, volume perdagangan tercatat sebesar 32,1 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,6 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai hampir 800 ribu kali transaksi.

Dari sisi pergerakan saham, ada 335 saham menguat, 493 saham melemah, dan 312 saham tidak bergerak.

Sektor yang melemah dan sentimen asing

Beberapa sektor mencatat pelemahan signifikan. Industrial turun sekitar 1,4 persen, sementara energi dilaporkan turun 1,3 persen pada pengamatan awal sesi. Catatan lain menyebutkan sektor energi juga tertekan lebih dalam hingga 2,4 persen. Sektor properti turun 1,4 persen dan infrastruktur melemah 1,1 persen.

Sektor keuangan menjadi pengecualian dengan tanda-tanda rebound, menguat sekitar 0,16 persen.

Pergerakan pasar pada sesi I juga didorong oleh aktivitas investor asing. Data transaksi menunjukkan foreign sell mencapai Rp2,46 triliun, lebih besar dibandingkan foreign buy sebesar Rp1,80 triliun, sehingga tekanan jual asing menjadi kontributor utama koreksi IHSG.

Top gainers dan losers

Di antara saham unggulan, beberapa emiten LQ45 masuk kategori top losers dan top gainers sesi I:

  • Top losers: GOTO, UNTR, EXCL
  • Top gainers: INDY, TLKM, INDF

Dampak dan prospek

Koreksi pada sesi I menggambarkan sentimen hati-hati investor menjelang kelanjutan perdagangan. Tekanan asing dan pelemahan sektor energi serta properti menjadi titik perhatian pasar.

Investor akan memantau data perdagangan lanjutan dan sentimen asing di sesi berikutnya untuk menentukan arah pasar sore ini.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait