Ekonomi

QRIS Jadi Pionir Pembayaran Digital Indonesia: Penjelasan Lengkap

Bagikan:
Ilustrasi penggunaan QRIS pada merchant untuk pembayaran digital

QRIS menjadi pionir sistem pembayaran digital di Indonesia berkat interoperabilitas satu kode yang dibangun sejak 2019. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Yanti Pusparini, menyatakan hal ini menempatkan Indonesia di depan negara lain dalam efisiensi ekosistem pembayaran. Data kuartal kedua 2026 menunjukkan lonjakan signifikan pada volume dan nilai transaksi, yang mengonfirmasi pergeseran masyarakat ke gaya hidup nontunai.

Interoperabilitas: "Satu QR untuk Semua"

Salah satu keunggulan utama adalah konsep satu kode yang berlaku untuk semua aplikasi. Dengan model ini, pedagang cukup menempel satu stiker QRIS sehingga pelanggan dapat membayar dari berbagai aplikasi.

"Berbeda dengan di China misalnya, kadang-kadang kita melihat pembayaran dengan satu aplikasi tidak bisa menerima pembayaran merchant-nya kalau dari aplikasi lain jadi masih silos, sementara Indonesia sudah sejak 2019 satu QR untuk semua,"

Model ini menghapus kebutuhan pedagang untuk menyediakan banyak QR atau mesin EDC terpisah. Akibatnya, proses pembayaran menjadi lebih sederhana dan hemat biaya.

Lonjakan Transaksi pada Kuartal II 2026

Berdasarkan data ASPI, volume transaksi QRIS mencapai 6,87 miliar pada Q2 2026. Angka ini naik hingga 100 persen secara year-on-year. Nilai transaksi juga meningkat pesat, tumbuh sekitar 90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi game changer dalam mengubah kebiasaan masyarakat dari tunai ke nontunai.

Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Seiring ekspansi, industri dan regulator fokus memperketat aspek keamanan dan perlindungan konsumen. Yanti menegaskan bahwa verifikasi pedagang dan nasabah menjadi prioritas agar UMKM dapat beralih ke QRIS dengan aman.

"Keamanan ini merupakan priority bagi kami di industri sistem pembayaran, tentu saja harus memastikan bahwa ada potensi merchant baru khususnya UMKM nanti beralih ke QRIS yang harus kita perhatikan dengan memperketat proses verifikasi,"

Langkah yang ditempuh meliputi:

  • Pengetatan prosedur Know Your Customer (KYC) dan Know Your Merchant (KYM).
  • Implementasi sistem deteksi penipuan (Fraud Detection System) yang proaktif.
  • Peningkatan mekanisme verifikasi untuk merchant baru, terutama UMKM.

Literasi dan Inklusi Keuangan

Program literasi digital digencarkan bersama Bank Indonesia lewat kampanye Geber PK. Upaya ini bertujuan menyelaraskan kenaikan inklusi keuangan yang sudah berada di atas 90 persen dengan peningkatan literasi pengguna.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan diharapkan menjaga pertumbuhan aman dan berkelanjutan pada ekosistem pembayaran digital nasional.

Masa Depan Sistem Pembayaran Digital

Pembenahan interoperabilitas, keamanan, dan literasi diharapkan mendorong adopsi QRIS lebih luas lagi. Untuk pembahasan mendalam, masyarakat dapat menyaksikan dialog tentang strategi dan masa depan sistem pembayaran digital pada kanal resmi RRI PRO3 Official YouTube.

Dukungan publik pada penggunaan QRIS yang aman dan mudah akan memperkuat perkembangan ekonomi digital nasional.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait