Update Harga BBM 20 Agustus 2026: Bensin Turun, Diesel Naik
Pada 20 Agustus 2026, Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR melakukan penyesuaian harga BBM di sejumlah SPBU Indonesia: produk bensin umumnya turun, sementara produk diesel di beberapa jaringan swasta naik.
Ringkasan perubahan harga
Penyesuaian terbesar terlihat pada BBM bensin nonsubsidi Pertamina yang turun, sedangkan diesel dari Shell, BP-AKR, dan Vivo naik sekitar Rp570 per liter. Perubahan ini berlaku di jaringan SPBU masing-masing perusahaan pada periode tersebut.
Perubahan harga per perusahaan
Di Pertamina, beberapa produk bensin nonsubsidi turun. Harga Pertamax kini dijual lebih rendah, begitu pula Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga diesel nonsubsidi dan BBM bersubsidi Pertamina masih stabil.
Shell menaikkan harga diesel yang tersedia di jaringan mereka. Untuk produk bensin seperti Shell Super dan V-Power, ketersediaan masih terbatas sehingga belum tercantum secara umum dalam daftar harga Agustus 2026.
BP-AKR dan Vivo menunjukkan pola serupa: varian bensin turun, tetapi diesel naik dengan besaran yang hampir sama antara jaringan tersebut.
Perbandingan harga utama
Secara harga, Pertamax kini berada di bawah kelas bensin 92 dari jaringan swasta seperti BP dan Vivo. Pada segmen RON 95, Pertamax Green 95 juga tercatat lebih murah dibandingkan alternatif dari BP dan Vivo.
Daftar harga BBM per 20 Agustus 2026
- Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
- Biosolar: Rp6.800 per liter (tetap)
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter (turun)
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp16.600 per liter (turun)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300 per liter (turun)
- Dexlite (CN 51): Rp19.700 per liter (tetap)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150 per liter (tetap)
- BP 92: Rp16.130 per liter (turun)
- BP Ultimate: Rp16.760 per liter (turun)
- BP Ultimate Diesel: Rp21.910 per liter (naik)
- Shell V-Power Diesel: Rp21.910 per liter (naik)
- Shell V-Power Nitro+: - (belum tersedia)
- Diesel Primus (Vivo): Rp21.910 per liter (naik)
- Revvo 92 (Vivo): Rp16.130 per liter (turun)
- Revvo 95 (Vivo): Rp16.760 per liter (turun)
Faktor dan implikasi
Perusahaan menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, ketentuan pemerintah, serta daya beli masyarakat. Penyesuaian juga dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan pasokan nasional.
Dengan tren ini, konsumen akan melihat perbedaan harga yang lebih jelas antar jaringan SPBU pada segmen bensin dan diesel. Pemantauan lanjutan terhadap harga internasional dan kondisi rupiah diperkirakan akan menentukan pergerakan harga selanjutnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...