Kemenbud Dukung Tur "Strings of Equator" Perkenalkan Musik Nusantara
Kementerian Kebudayaan mendukung tur musik "Strings of Equator" yang dibawa Tantowi Yahya bersama Thomshell Band ke tiga kota Eropa pada akhir Agustus dan awal September 2026. Tur ini bertujuan memperkenalkan ragam musik daerah Indonesia sekaligus membuka jejaring internasional bagi pelaku musik.
Dukungan resmi dan makna budaya
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan dukungan karena musik termasuk salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan. Dukungan diberikan agar musik tradisi Indonesia tampil di panggung global dan membuka peluang kerja sama baru.
"Budaya kita yang mega cultural diversity, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini merupakan ekspresi kebudayaan kita yang luar biasa,"
Fadli Zon menambahkan bahwa panggung internasional tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga memperluas pasar dan jejaring profesional bagi musisi Indonesia.
"Saya berharap kegiatan yang akan dijalankan tidak hanya menghibur tapi membawa pesan kebudayaan Indonesia, kekayaan budaya kita, dan menjadikan Indonesia visibel di dunia internasional,"
Konsep pertunjukan dan materi musikal
Tantowi Yahya mengatakan pertunjukan akan menggabungkan lagu-lagu daerah dengan narasi tentang kebudayaan Nusantara. Materi dipilih untuk menonjolkan perbedaan karakter musikal antara wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.
"Wilayah tengah kuat dengan tradisi Jawa dan keraton serta tangga nada slendro, sedangkan Indonesia timur dipengaruhi budaya Pasifik,"
Ia juga menjelaskan bahwa musik Indonesia bagian barat banyak dipengaruhi unsur Islam dan Melayu, tercermin pada instrumen seperti gambus, mandolin, dan biola.
Jadwal tur ke Eropa
Thomshell Band akan tampil di tiga negara dengan jadwal sebagai berikut:
- Oslo, Norwegia — 24 Agustus 2026
- Santa Susanna, Spanyol — 28-31 Agustus dan 1 September 2026
- Den Haag, Belanda — 4 September 2026
Impak dan prospek ke depan
Dukungan pemerintah diharapkan memperkuat posisi musik Indonesia di pasar internasional dan menambah koneksi dengan penyelenggara serta pelaku industri musik global. Selain memberi panggung bagi repertoar tradisi, tur ini juga bertujuan menyampaikan pesan tentang keberagaman budaya Indonesia kepada publik Eropa.
Dengan kombinasi pertunjukan musikal dan narasi budaya, tur "Strings of Equator" berpeluang meningkatkan perhatian terhadap musik Nusantara serta membuka peluang kolaborasi lintas negara bagi musisi Indonesia.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Xdinary Heroes Rilis Mini Album 'IMPULSE' 12 Oktober 2026
Xdinary Heroes akan merilis mini album 'IMPULSE' pada 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB, disertai teaser "WHAT...
Anggun Nostalgia Tampil di GBK saat Closing FIFA ASEAN Cup 2026
Anggun kembali tampil di GBK pada Closing FIFA ASEAN Cup 2026 dan mengenang debut panggungnya di stadion itu...
Cholil ERK Jelaskan Makna 'RIMPANG' di Madani Film Festival 2026
Cholil Mahmud memaparkan tema RIMPANG yang menggabungkan film, musik, dan komunitas dalam Madani Film Festiv...
Avengers: Endgame Kembali Jadi Film Terlaris Dunia
Perilisan ulang Avengers: Endgame: Encore mendorong Avengers: Endgame kembali ke puncak film terlaris dunia,...
Angga Yunanda Wakili Indonesia di Final AACA 2026
Angga Yunanda terpilih sebagai National Winner Best Actor AACA 2026 dan akan mewakili Indonesia di Grand Gal...
Sinopsis Below: Josh Hartnett Hadapi Makhluk Laut
Serial 'Below' (tayang 8 Okt 2026) bercerita tentang nelayan Calvin yang melindungi keluarga dari makhluk la...