Hiburan

Cholil ERK Jelaskan Makna 'RIMPANG' di Madani Film Festival 2026

Bagikan:
Panggung Madani Film Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki dengan penonton dan suasana acara

Co-programmer Madani Film Festival 2026, Cholil Mahmud, menjelaskan makna tema RIMPANG yang menjadi payung acara lintas disiplin. Penjelasan itu disampaikan pada konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026. Festival berlangsung pada 8 hingga 10 Oktober dan menggabungkan film, musik, sastra, serta pertunjukan budaya. Tujuan utama adalah menampilkan cara warga bertahan, berkarya, dan saling terhubung melalui seni dan komunitas.

Konsep RIMPANG dan kolaborasi

Cholil menyatakan konsep RIMPANG tidak hanya soal pemutaran film. Festival membuka ruang pertemuan antar-disiplin, seperti musik dan sastra, untuk memperkaya pengalaman penonton. Keterlibatan Efek Rumah Kaca sebagai co-programmer dianggap penting karena kedekatan tema dengan karya mereka.

Ia menyebut keterlibatan Efek Rumah Kaca menjadi pengalaman berharga karena tema RIMPANG dekat dengan album keempat kami dan semangat berkarya.

Pengertian RIMPANG menurut penyelenggara

Menurut Cholil, rimpang melambangkan jejaring kecil yang terus tumbuh dan saling terhubung. Jaringan itu menghasilkan gerakan baru melalui inisiatif warga dan komunitas. Pilihan film dan pertunjukan difokuskan pada hubungan musik, komunitas, budaya, serta ketahanan hidup.

Kami mencoba melihat gejala warga yang bertahan hidup, melawan keadaan, lalu menemukan cara baru mengembangkan karya mereka sendiri.

Film unggulan dan pelestarian budaya

Salah satu film yang dihadirkan adalah Muman Minggil, yang mengangkat kisah Mambesak, kolektif musik Papua. Film ini menyorot bagaimana Mambesak tumbuh sejak 1980-an melalui pertemuan rutin dan rekaman, hingga menyiarkan lagu mereka lewat radio lokal.

Cholil menilai cerita Mambesak penting untuk diperkenalkan lebih luas karena peran kolektif tersebut dalam menjaga bahasa serta lagu Papua. Festival juga menghadirkan penampilan dari teman-teman Papua yang menghayati kembali lagu-lagu Mambesak.

Kami berharap Muman Minggil memperkenalkan Mambesak lebih luas, sekaligus mengajak teman-teman Papua menghayati kembali lagu-lagu mereka dalam festival.

Rangkaian acara dan jadwal

Program co-programming digelar pada 8 hingga 10 Oktober. Kegiatan yang direncanakan meliputi pemutaran film, pembacaan novel dan cerpen, serta pertunjukan musik dan budaya. Pada 9 Oktober, festival menampilkan film budaya Sunda dan film noise sebagai bagian dari semangat lintas disiplin.

  • Pembacaan novel dan cerpen
  • Pemutaran film lintas budaya
  • Pertunjukan musik dan budaya, termasuk karya Mambesak

Selain film, festival juga akan menampilkan pengolahan karya musik yang berangkat dari karya Imam Besar, yang rencananya diputar pada 8 Oktober. Keseluruhan rangkaian bertujuan membuka ruang berjejaring dan memberi pengalaman baru bagi penonton.

Madani Film Festival 2026 berupaya menjadi arena pertemuan antara karya dan komunitas. Dengan tema RIMPANG, penyelenggara berharap festival mendorong kelestarian budaya sekaligus menciptakan ruang kreatif bagi warga yang bertahan dan berkarya.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait