IDAI Peringatkan Bahaya Jika Anak Tidak Divaksin
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk tidak menunda atau menolak vaksinasi anak karena risiko penyakit berbahaya jauh lebih besar daripada efek samping vaksin yang umumnya ringan. Ketua Umum IDAI, Dr. Piprim Basarah, menegaskan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama dari kecacatan permanen dan kematian.
Ancaman nyata penyakit bila anak tak divaksin
Dr. Piprim memaparkan contoh penyakit seperti difteri dan pertusis yang dapat menyebabkan batuk hebat hingga pecah pembuluh darah di mata. Ia menekankan bahwa konsekuensi penyakit ini jauh lebih serius dibandingkan keluhan ringan pascavaksinasi.
Jangan sampai dia takut kepada efek samping yang sebetulnya ringan tapi enggak takut dengan penyakitnya
Ibu ini kan vaksin ini mencegah difteri, difteri ini kayak gini loh Bu sakitnya, Ibu tega enggak anaknya kena kayak gini
Bagaimana vaksin melindungi anak
Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh anak agar mengenali dan melawan patogen secara spesifik tanpa menimbulkan penyakit penuh. IDAI menyamakan mekanisme ini seperti tentara yang memperoleh intelijen sebelum menghadapi musuh di lapangan.
KIPI: klarifikasi dan investigasi
IDAI juga mengingatkan bahwa tidak semua kejadian pascavaksin disebabkan langsung oleh vaksin. Komnas dan Komda KIPI melakukan investigasi untuk menentukan apakah ada hubungan kausal antara gejala yang muncul dan imunisasi.
Aspek agama dan layanan kejar tayang
Dari segi agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan imunisasi wajib bila suatu penyakit dapat menimbulkan kematian. Keputusan ini mendukung penggunaan vaksin yang tersedia untuk mencegah wabah di masyarakat.
Bagi anak yang tertinggal jadwal, fasilitas kesehatan menyediakan layanan catch-up immunization sehingga imunisasi dapat dikejar kembali tanpa menurunkan efektivitas proteksi.
Apa yang bisa dilakukan orang tua sekarang
- Verifikasi informasi vaksin lewat sumber resmi dan tenaga kesehatan.
- Konsultasikan jadwal imunisasi dan KIPI dengan fasilitas kesehatan terdekat.
- Manfaatkan layanan catch-up immunization bila tertinggal.
Kesadaran kolektif dan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi diperlukan untuk mempertahankan kekebalan komunitas atau herd immunity. Untuk penjelasan lebih lengkap, IDAI menyarankan masyarakat menyimak pembahasan vaksinasi anak di RRI PRO3 Official YouTube.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Mengapa Perempuan Dianjurkan Minum Tablet Tambah Darah
Perempuan dianjurkan minum tablet tambah darah karena menstruasi meningkatkan kebutuhan zat besi dan mencega...
RS Ciputra CitraGarden City Buka Lantai 5 VIP Perkuat Layanan Pasien
RS Ciputra CitraGarden City meresmikan Lantai 5 VIP pada 8 Agustus 2026 untuk tingkatkan kenyamanan, privasi...
RS Ciputra Resmikan Lantai 5 VIP untuk Perkuat Layanan Pasien
RS Ciputra Hospital CitraGarden City meresmikan Lantai 5 VIP pada 8 Agustus 2026 untuk tingkatkan kenyamanan...
Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter: Tantangan Evakuasi
Pakar sebut ambulans udara efektif jika terintegrasi dengan armada, tenaga medis, fasilitas, dan moda lain u...
Ambulans Udara Butuh Sistem Terintegrasi, Dokter Ungkap Tantangan
Ambulans udara dan dokter terbang butuh inventarisasi armada, fasilitas, dan integrasi antarmoda agar evakua...
Wamenkes: CKG dan Tracing TBC Harus Jangkau Seluruh Warga
Wamenkes tinjau CKG terintegrasi tracing TBC di Rawasari dan dukung penggunaan perangkat Remedi radiografi d...