Kemenkes Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Ruteng untuk Korban Gempa
Kementerian Kesehatan menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kecamatan Manggarai, untuk menangani korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas itu mendukung operasional RSUD Ruteng yang ditargetkan mulai beroperasi pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Lokasi dan fasilitas dasar
Rumah sakit lapangan dipasang di area stadion agar akses logistik dan evakuasi lebih mudah. Pada tahap awal, tim kesehatan memasang lima tenda untuk layanan medis di lokasi tersebut.
Di sini sudah kita pasang lima tenda, empat tenda untuk pasien dan masing-masing bisa menampung 20 pasien, lalu satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi
— Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Kapasitas dan peningkatan layanan
Fasilitas awal menyediakan sekitar 60 tempat tidur untuk korban terdampak gempa. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Kemenkes menambah tenda rawat inap sehingga kapasitas meningkat menjadi minimal 100 tempat tidur.
Penambahan tenda dilakukan dengan pengiriman dari Bali untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lapangan.
Peran ruang operasi di lapangan
Satu tenda dipersiapkan sebagai ruang operasi yang dapat disterilisasi dan diisolasi bila diperlukan. Menkes menekankan pentingnya fasilitas ini untuk menangani pasien trauma, termasuk korban patah tulang akibat runtuhan bangunan.
Ruang operasi dilengkapi dengan sejumlah peralatan penting yang siap dipakai setelah proses pembersihan dan sterilisasi.
- Lampu operasi
- Meja operasi
- Area penyiapan peralatan medis
Tenaga medis dan logistik
Kemenkes memobilisasi tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis untuk memperkuat penanganan di lokasi. Tim medis diharapkan memberikan pelayanan lanjutan, perawatan, dan tindakan operasi sesuai kebutuhan pasien di rumah sakit lapangan.
Kami memastikan dukungan rumah sakit lapangan, tenaga medis, dan logistik kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Pelayanan kesehatan akan terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di NTT
— Menkes Budi Gunadi Sadikin
Replikasi dan langkah ke depan
Pemerintah berencana mereplikasi model rumah sakit lapangan ini di wilayah lain yang terdampak, termasuk di Nagekeo. Langkah itu bertujuan memperkuat jaringan pelayanan kesehatan darurat di provinsi yang mengalami guncangan gempa.
Dengan penambahan tenda, pasokan peralatan, dan personel spesialis, fasilitas lapangan di Ruteng diharapkan mampu meringankan beban rumah sakit setempat dan mempercepat penanganan medis bagi korban gempa.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...