Kesehatan

BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup

Bagikan:
Stok obat antivirus untuk influenza A di fasilitas penyimpanan farmasi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan stok obat antiviral untuk influenza tipe A (H1N1) tercukupi, meski kasus dilaporkan meningkat. Pernyataan disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar di UPH Karawaci, Tangerang, Kamis 1 Oktober 2026.

Ketersediaan obat dan imbauan penggunaan

Taruna Ikrar menegaskan obat antiviral tersedia dan dapat diakses sesuai kebutuhan medis. Ia mengingatkan bahwa influenza A disebabkan virus, sehingga pemberian antibiotik tidak tepat.

Kita tahu sekarang influenza tipe A yang sebutannya H1N1 itu, itu lagi cukup tinggi. Nah, kenapa perlu kita lakukan, bahwa pertanyaannya perlu dikoreksi tadi, bukan memberikan antibiotik, karena ini virus

Ia menambahkan bahwa antibiotik bekerja terhadap bakteri, sementara pengobatan influenza memerlukan antivirus. BPOM, menurut Taruna, memantau distribusi dan registrasi obat lewat Direktorat Registrasi Obat dan Distribusi Obat.

Antibiotik itu anti-bakteri dan kalau dia infeksinya karena bakteri, dikasih antibakteri, namanya antibiotik, tapi bila influensa A ini dikasih anti-virus

Peran BPOM dalam ketersediaan

BPOM menyatakan fungsi pengawasannya adalah menjaga availability dan akses obat. Taruna menegaskan bahwa dari sisi ketersediaan stok antiviral masih memadai, sehingga masyarakat diminta tidak panik.

Jadi intinya yang saya mau jawab dalam domainnya Badan POM, ketersediaan anti-virus tetap tersedia dan tercukupi. Jadi masyarakat tidak usah panik

Data Kemenkes: Tren kasus dan sebaran

Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus influenza di beberapa provinsi hingga pekan ke-38 2026. Sampai akhir September, tercatat 1.527 kasus influenza positif sepanjang 2026, dengan subtipe H1N1 pdm09 sebagai yang terbanyak.

Jadi untuk kasus influenza yang positif di tahun 2026 sebanyak 1.527 di tahun 2026, yakni dari tipe subtipe influenza A H1N1 PDM09 itu yang terbanyak, kemudian influenza A H3N2 dan juga B Victoria

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan 2025, ketika tercatat 2.790 kasus positif. Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta, diikuti Jawa Barat dan Banten.

Pantauan di fasilitas kesehatan sentinel

Surveilans sentinel juga menunjukkan kenaikan proporsi kasus positif di fasilitas kesehatan. Data dari 35 rumah sakit sentinel SARI pada minggu ke-38 memperlihatkan kenaikan proporsi positif influenza menjadi 53 persen, naik dari 28 persen pada minggu sebelumnya.

Sementara itu, 39 Puskesmas sentinel melaporkan proporsi positif meningkat menjadi 59 persen dari 54 persen. Meski demikian, tingkat aktivitas influenza pada rumah sakit sentinel masih dikategorikan rendah dan sesuai pola musiman.

Pengobatan lain dan langkah ke depan

Selain antivirus, pengobatan influenza umumnya melibatkan terapi simptomatik dan obat yang mendukung sistem imun. Kementerian Kesehatan terus memantau tren kasus untuk menyesuaikan respons kesehatan masyarakat.

Dengan ketersediaan obat yang dipastikan oleh BPOM dan pemantauan Kemenkes, upaya pencegahan dan pengobatan dapat terus dilanjutkan untuk menekan angka penyakit dan komplikasi.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait