Harga Emas Antam Stagnan per 4 Oktober 2026
Harga emas Antam tercatat stagnan pada perdagangan akhir pekan, Minggu, 4 Oktober 2026, menurut data Logam Mulia. Semua ukuran emas batangan tidak berubah setelah sebelumnya sempat turun pada perdagangan Sabtu, 3 Oktober 2026, sehingga investor kembali mencermati arah pasar emas dalam beberapa hari ke depan.
Harga hari ini
Berdasarkan pembaruan resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram masih bertahan di level Rp2.574.000. Posisi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Rincian harga per ukuran
Logam Mulia menyediakan emas Antam dalam berbagai pecahan untuk kebutuhan investasi masyarakat. Berikut daftar harga yang tercatat per Minggu, 4 Oktober 2026:
- Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.337.000
- Harga emas Antam 1 gram: Rp2.574.000
- Harga emas Antam 2 gram: Rp5.088.000
- Harga emas Antam 3 gram: Rp7.607.000
- Harga emas Antam 5 gram: Rp12.645.000
- Harga emas Antam 10 gram: Rp25.235.000
- Harga emas Antam 25 gram: Rp62.962.000
- Harga emas Antam 50 gram: Rp125.845.000
- Harga emas Antam 100 gram: Rp251.612.000
- Harga emas Antam 250 gram: Rp628.765.000
- Harga emas Antam 500 gram: Rp1.257.320.000
- Harga emas Antam 1.000 gram: Rp2.514.600.000
Catatan untuk pembeli dan investor
Stabilnya harga pada akhir pekan menunjukkan belum ada tekanan beli atau jual yang kuat pada sesi tersebut. Sebelumnya, harga sempat turun Rp2.000 per gram pada Sabtu, 3 Oktober 2026, namun penurunan itu tidak berlanjut pada hari berikutnya.
Calon pembeli bisa menjadikan daftar ini sebagai acuan sebelum melakukan transaksi. Pertimbangkan pula kebutuhan dan kemampuan finansial sebelum membeli emas fisik.
Prospek dan langkah selanjutnya
Investor disarankan memantau pembaruan harga selama pekan berjalan untuk melihat apakah pergerakan akan kembali volatil atau tetap stabil. Jika tren sideways berlanjut, pelaku pasar kemungkinan menunggu katalis baru sebelum masuk posisi.
Daftar harga resmi ini merupakan acuan harian yang dirilis oleh Logam Mulia dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global dan permintaan domestik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...