Kesehatan

Antisosial vs Menyendiri: Apa Bedanya dengan ASPD?

Bagikan:

Istilah "antisosial" sering disalahartikan di percakapan sehari-hari sebagai sifat orang yang suka menyendiri. Padahal, dalam konteks kesehatan mental istilah itu merujuk pada gangguan kepribadian yang spesifik, yaitu Antisocial Personality Disorder (ASPD), bukan sekadar preferensi sosial.

Apa itu ASPD?

ASPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola perilaku yang mengabaikan atau melanggar hak orang lain dan norma sosial. Diagnosis tidak dibuat dari satu kejadian atau kebiasaan menyendiri, melainkan berdasarkan penilaian menyeluruh oleh profesional kesehatan mental.

Asosial, antisosial, dan menyendiri: jelas berbeda

Banyak orang menggunakan istilah "antisosial" saat menggambarkan orang yang pendiam atau cenderung sendiri. Namun istilah yang lebih tepat untuk kondisi semacam itu adalah asosial atau sekadar preferensi untuk menyendiri. Menyendiri tidak otomatis menunjukkan gangguan mental.

Menurut American Psychiatric Association (APA), seseorang yang merasa canggung dalam pergaulan, berbicara sedikit, atau memiliki lingkaran pertemanan kecil belum tentu memiliki ASPD. Perbedaan kata penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam penilaian.

Dampak stigma terhadap orang dengan gangguan kepribadian

Kesalahan penggunaan istilah dapat memperkuat stigma. Memberi label seperti "jahat" atau "berbahaya" kepada orang dengan ASPD berdasarkan asumsi dapat memengaruhi cara masyarakat memperlakukan mereka.

Stigma juga membuat individu enggan mencari bantuan. Padahal, diagnosis profesional berguna untuk memahami pola perilaku dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kapan perlu evaluasi profesional?

Tidak semua orang yang memilih sendiri memerlukan evaluasi. Namun pertimbangkan konsultasi jika perilaku menunjukkan pola kronis yang merugikan diri sendiri atau orang lain, atau bila hubungan sosial dan fungsi kehidupan terganggu.

  • Jika ada pola berulang yang melanggar hak orang lain atau norma sosial
  • Jika pilihan menyendiri disertai bahaya terhadap diri sendiri atau orang lain
  • Jika perubahan perilaku menimbulkan gangguan fungsi sehari-hari

Penting untuk menggunakan istilah kesehatan mental secara tepat dan berhati-hati memberikan label. Diagnosis gangguan kepribadian hanya dapat ditetapkan oleh tenaga profesional setelah evaluasi menyeluruh.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait