Ekonomi

Butter Langka, Produksi Soft Cookies Kenny Crumbs Terhenti

Bagikan:
Kemasan dan produk soft cookies Kenny Crumbs di toko Mamuju

UMKM Kenny Crumbs di Mamuju menghentikan sementara produksi soft cookies akibat kelangkaan butter dan susu full cream. Pemilik usaha, Mutia Pati Maharani, menyampaikan kondisi ini dalam dialog UMKM Bicara di RRI Pro 1 Mamuju pada Senin, 24 Agustus 2026. Gangguan pasokan membuat produk andalan tak lagi diproduksi rutin, melainkan hanya berdasarkan pesanan khusus.

Kelangkaan bahan baku dan dampak langsung

Mutia mengatakan butter sempat tidak tersedia di pasaran Mamuju selama beberapa bulan, sehingga produksi soft cookies berhenti selama dua hingga tiga bulan. Selain butter, susu full cream juga sulit ditemukan dan menjadi kendala untuk bahan kulit dan isian risoles yang juga menjadi produk mereka.

"Butter-nya sempat lama nggak ada yang jual di Mamuju, makanya aku sempat dua bulanan tiga bulan kemarin stop,"

"Kemarin tuh susu susah banget dicari di Mamuju, full cream, kayaknya faktor MBG,"

Akibat ketiadaan bahan, penjualan turun karena produk tidak tersedia seperti sebelumnya. Kini produksi soft cookies hanya berjalan bila ada pesanan khusus, bukan lagi suplai harian ke toko atau pasar lokal.

Strategi pengadaan agar kualitas tetap terjaga

Untuk menjaga konsistensi rasa, Mutia mendatangkan butter dan susu dari Makassar atau Surabaya ketika pasokan lokal menipis. Langkah ini memastikan komposisi resep—termasuk penggunaan persentase susu lebih banyak dalam risoles—tetap terpenuhi.

  • Mengimpor bahan dari kota besar (Makassar, Surabaya).
  • Mengubah skala produksi menjadi berbasis pesanan untuk menghindari pemborosan bahan.
  • Menjaga formula resep agar cita rasa premium tetap konsisten.

Implikasi bagi UMKM dan kebijakan lokal

Mutia berharap pasokan butter dan susu di Mamuju segera kembali normal. Ia menilai ketergantungan pada bahan dari luar daerah meningkatkan kerentanan pelaku UMKM kuliner lokal. Kondisi ini menjadi catatan bagi pemangku kebijakan terkait distribusi bahan pangan olahan di Provinsi Sulawesi Barat.

Permasalahan pasokan juga menyoroti kebutuhan perbaikan rantai distribusi dan ketersediaan stok bahan baku primer untuk mendukung keberlanjutan usaha kecil. Jika pasokan stabil, Mutia berencana mengembalikan produksi soft cookies ke ritme harian seperti sebelum kelangkaan terjadi.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait