Cosy Crumbs Pertahankan Resep Asli di Tengah Tren Bakery
Cosy Crumbs, sebuah UMKM bakery di Manokwari, mempertahankan resep asli produknya sebagai strategi menghadapi tren kuliner kekinian yang cepat berubah. Pemilik Alma J. Sopacua menyatakan langkah ini dilakukan sejak beberapa waktu terakhir untuk menjaga kualitas, membangun karakter produk, dan menarik konsumen, terutama generasi muda. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Strategi mempertahankan resep
Alma mengatakan keunikan produk bukan sekadar mengikuti tren makanan populer. Ia menegaskan resep warisan usaha mereka dipertahankan agar setiap produk memiliki ciri khas dan daya tahan pasar lebih lama.
Menurut Alma, modal utama pelaku usaha adalah karakter rasa yang konsisten. Tanpa dasar rasa yang kuat, produk berisiko kehilangan pelanggan ketika tren bergeser.
“Kalau di Cosy Crumbs kita bukan cuma ngikutin tren, tapi kita juga mempertahankan resep asli. Jadi kita mau setiap produkt yang dihasilkan itu adalah produk yang membawa kesan,” ujar Alma, Rabu, 26 Agustus 2026.
Inovasi tanpa mengorbankan identitas
Meskipun mempertahankan resep, Cosy Crumbs tetap mengembangkan menu baru. Prinsipnya, inovasi berjalan sambil menjaga karakter rasa yang sudah menjadi identitas usaha.
Alma menekankan produk baru dikembangkan dengan melihat perkembangan pasar, namun tidak menghilangkan elemen rasa yang membuat pelanggan kembali membeli.
“Karena kalau cuma ngomongin tren-tren itu bisa habis. Tapi kalau misalnya kita ngomongin tentang orientalnya, keasliannya itu akan bertahan lama,” kata Alma.
Dampak pada pasar lokal dan pelanggan
Strategi ini ditujukan untuk membangun loyalitas pelanggan, bukan sekadar mengejar popularitas sesaat. Dengan mempertahankan resep, Cosy Crumbs berharap produk lokal dapat memiliki posisi tersendiri di tengah persaingan bakery di Manokwari.
Fokus pada kualitas dan konsistensi juga memberi nilai tambah bagi konsumen yang mencari pengalaman rasa autentik. Hal ini diyakini membantu UMKM memperkuat pangsa pasar lokal di tengah gempuran tren kuliner baru.
Prospek ke depan
Ke depan, Cosy Crumbs berencana melanjutkan kombinasi antara konservasi resep dan inovasi produk. Langkah ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara relevansi pasar dan pemeliharaan identitas kuliner.
Sikap mempertahankan elemen otentik sambil tetap adaptif terhadap permintaan konsumen menjadi contoh pendekatan yang bisa diadopsi pelaku UMKM lain di sektor makanan dan minuman.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...