Bupati Bener Meriah Ikuti Kick-Off Program Pemulihan UMKM 2026
Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, bersama Sekretaris Daerah Riswandika Putra mengikuti Kick-Off Sosialisasi Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana secara virtual melalui Zoom, Rabu 26 Agustus 2026, dari Pendopo Bupati Bener Meriah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia sebagai bagian pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera.
Sosialisasi, peserta, dan tujuan
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Menteri Kementerian UMKM dan diikuti kepala daerah serta kepala Bappeda dari provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Sumatera yang masuk kawasan prioritas rehabilitasi pascabencana. Acara bertujuan memberi pemahaman kebijakan dan strategi pelaksanaan program pemulihan bagi pelaku UMKM terdampak bencana.
Melalui pertemuan ini, pemerintah pusat menargetkan percepatan pemulihan ekonomi lokal dengan mekanisme bantuan teknis, pembinaan, dan dukungan sinergi dengan pemerintah daerah.
Apa yang dipaparkan dalam sosialisasi
Peserta menerima pemaparan terkait kebijakan, strategi, dan langkah-langkah operasional program. Materi mencakup alur implementasi, peran pemerintah daerah, serta mekanisme koordinasi antarinstansi untuk memastikan program mencapai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak.
Pemaparan juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan agar dampak ekonomi pascabencana segera mereda dan pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah
Bupati Tagore menyambut baik pelaksanaan program dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mendukung langkah-langkah pemulihan ekonomi. Pemerintah daerah akan memperkuat pemberdayaan sektor UMKM agar bantuan pusat dapat tersalurkan efektif.
Upaya tersebut meliputi koordinasi teknis internal, pendataan pelaku usaha terdampak, dan penyusunan rencana lokal agar program pusat selaras dengan kebutuhan daerah.
Implementasi dan tindak lanjut
Sosialisasi diakhiri sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas hambatan pelaksanaan di lapangan serta solusi koordinatif antar daerah. Peserta berbagi kendala dan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah untuk memperjelas langkah implementasi.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan manfaat program dapat dirasakan optimal oleh masyarakat serta turut mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...