Larisov Dapur Mamakei Sajikan Nasi Kebuli Cita Rasa Timur Tengah
Larisov Dapur Mamakei memperkenalkan nasi kebuli ayam beraroma Timur Tengah yang disesuaikan dengan selera Indonesia. Usaha ini dikembangkan oleh Sovie Kartika Ahdi sejak 2019 untuk menjawab kerinduan warga yang pernah menjalankan umrah dan haji. Pernyataan itu disampaikan Sovie saat mengisi siaran UMKM di Pro4 Bandung, Rabu 26 Agustus.
Awal usaha dan inspirasi
Sovie memulai Larisov Dapur Mamakei dari keinginan menghadirkan masakan khas Arab yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Ia memilih nasi kebuli sebagai produk unggulan karena menu ini identik dengan pengalaman ibadah di Mekah dan Madinah.
“Untuk mengobati rasa kangen orang-orang yang sudah pernah ke Mekah, umrah dan haji dengan makanan khas Arab atau Timur Tengah yang tentunya sudah kami sesuaikan dengan lidah Indonesia,”
Produk, pasar, dan pemasaran
Menu nasi kebuli disajikan agar dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua. Sovie menilai peluang pasar masih luas karena belum banyak pelaku usaha yang fokus pada kuliner sejenis di tiap daerah.
Saat ini Larisov Dapur Mamakei masih menerapkan sistem pre-order (PO). Ketentuan pemesanan bergantung pada jenis dan jumlah pesanan: minimal pemesanan tiga hari sebelum acara dan bisa satu hari sebelumnya untuk beberapa pesanan kecil.
- Nasi kebuli ayam (produk unggulan)
- Nasi box
- Tumpeng
- Aneka masakan lainnya sesuai pesanan
Pemasaran awal mengandalkan pemesanan lewat WhatsApp dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Media sosial mulai dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, sementara laman resmi usaha dapat diakses di larisovdapurmamakei.web.id. Akun Instagram tercatat @larisov.3029 dan ada juga akun di platform video singkat.
Pendampingan UMKM dan rencana ekspansi
Sovie menyebut pendampingan UMKM memberi tambahan ilmu dan memperluas jaringan. Hal ini membantu memperbesar cakupan pasar dan meningkatkan kemampuan operasional usahanya.
“Setelah mengikuti pendampingan, kini semakin banyak ilmu yang didapat dan tentunya pasar yang akan dituju lebih luas, serta lebih banyak koneksi,”
Ke depan, Sovie berharap usahanya makin berkembang dan berencana membuka restoran untuk membawa Larisov Dapur Mamakei ke tahap yang lebih besar.
“Harapannya bisa lebih berkembang lagi, lebih banyak pelanggan, makin maju dan bisa buka resto,”
Dengan mengusung cita rasa Timur Tengah yang disesuaikan dengan selera lokal, Larisov Dapur Mamakei berusaha menjadikan nasi kebuli sebagai sajian yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan kembali memori dan kerinduan terhadap suasana Tanah Suci.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...