Wonotunggal Expo 2026: 51 Stand UMKM dan 4.063 Peserta
Wonotunggal Expo 2026 akan digelar pada 28–30 Agustus 2026 di RTH Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang. Event tiga hari ini menghadirkan 51 stand UMKM dan melibatkan 4.063 peserta untuk mempromosikan produk lokal sekaligus melestarikan seni budaya setempat.
Rangkaian kegiatan
Penyelenggara menyiapkan beragam program untuk menarik pengunjung dan memberi ruang bagi pelaku usaha serta seniman. Agenda utama meliputi bazar UMKM, pameran produk unggulan desa, pagelaran kesenian dari berbagai daerah, serta karnaval budaya.
Selain itu, terdapat sejumlah perlombaan yang terbuka untuk berbagai usia. Panitia menyusun lomba mewarnai tingkat karesidenan, lomba inovasi labu kuning dari PKK, lomba rebana tingkat Kabupaten Batang, dan berbagai lomba lainnya.
Detil acara
Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rintisan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa yang digelar rutin tiap tahun. Berikut ringkasan data utama kegiatan:
| Item | Detail |
|---|---|
| Tanggal | 28–30 Agustus 2026 |
| Lokasi | RTH Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang |
| Jumlah stand UMKM | 51 stand |
| Total peserta | 4.063 peserta |
Partisipasi dan antusiasme
Ketua panitia, Nanang Kharisman, mencatat antusiasme tinggi dari pelaku seni dan pelaku usaha lokal. Ia menyebut acara ini sebagai wadah ekspresi sekaligus promosi produk kearifan lokal.
"Event tersebut akan menjadi ajang berekspresi para pelaku UMKM maupun pelaku seni," kata Nanang saat ditemui di area RTH Alun-alun Wonotunggal.
Nanang menambahkan, 51 stand bazar akan menawarkan beragam produk lokal yang bisa diburu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.
"Total ada 51 stand bazar UMKM dengan berbagai jenis produk kearifan lokal yang bisa diburu selama tiga hari event digelar," ujar Nanang.
Tujuan dan harapan
Panitia menegaskan acara tidak sekadar hiburan. Kegiatan ini diarahkan untuk mempertahankan eksistensi kesenian tradisional sekaligus menumbuhkan geliat ekonomi mikro di Kecamatan Wonotunggal.
"Kami menargetkan dengan digelarnya acara tersebut adalah untuk mempertahankan eksistensi kesenian budaya yang ada. Selain itu juga untuk menumbuhkan geliat UMKM dan meningkatkan perekonomian di Kecamatan Wonotunggal," jelas Nanang.
Ajakan kepada publik
Panitia mengundang masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya untuk hadir. Selain menikmati pagelaran seni, pengunjung dapat berburu produk UMKM dan menikmati kuliner lokal. Kehadiran publik diharapkan memberi dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha setempat.
Dengan kombinasi seni, budaya, dan kegiatan ekonomi lokal, Wonotunggal Expo 2026 dirancang menjadi pendorong ekonomi dan penjaga tradisi setempat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...