DPR Soroti 3 Tantangan untuk Deputi Gubernur Senior BI
Anggota Komisi XI DPR RI M. Kholid menyoroti tiga tantangan strategis bagi calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia saat uji kelayakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Ia meminta langkah konkrit untuk mendorong sumber pertumbuhan baru, memperkuat transmisi kebijakan moneter, dan menjaga independensi bank sentral dari tekanan fiskal.
Tiga tantangan utama
Kholid merangkum fokus perhatian yang harus dipaparkan kandidat. Pertama, pengembangan ekonomi syariah dan industri halal sebagai sumber pertumbuhan. Kedua, efektivitas instrumen transmisi kebijakan moneter, khususnya penurunan cost of fund. Ketiga, menjaga koordinasi fiskal-moneter agar tidak memicu fiscal dominance dan merusak kredibilitas BI.
- Pengembangan ekonomi syariah dan industri halal
- Peningkatan efektivitas transmisi kebijakan dan penurunan cost of fund
- Perlindungan independensi BI dari tekanan fiskal dan menjaga stabilitas nilai tukar
Transmisi kebijakan dan cost of fund
Kholid menekankan bahwa penurunan cost of fund harus menjadi prioritas agar kebijakan moneter berdampak nyata pada sektor riil. Ia menyatakan bahwa instrumen transmisi yang lemah membuat pelaku usaha kesulitan mendapatkan pembiayaan murah.
"Instrumen transmisi kebijakan moneter yang paling krusial itu adalah bagaimana Bank Sentral bisa menurunkan cost of fund secara efektif, sehingga transmisi kebijakan moneter itu dirasakan oleh sektor riil," ujar Kholid.
Permintaan ini mengarah pada kebutuhan koordinasi kebijakan suku bunga, likuiditas, dan kebijakan makroprudensial agar akses pembiayaan bagi pelaku usaha domestik membaik.
Risiko koordinasi fiskal-moneter dan independensi BI
Kholid memperingatkan bahwa koordinasi yang tidak jelas antara kebijakan moneter dan fiskal dapat mengubah persepsi pasar global. Tekanan untuk mempertahankan nilai tukar sambil memenuhi tuntutan fiskal berisiko menimbulkan fiscal dominance.
"Sinergi moneter dan fiskal dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai nanti terjadi apa yang disebut dengan fiscal dominance," ujar Kholid.
Ia meminta batas koordinasi dibuat tegas agar BI dapat menjaga stabilitas nilai tukar dan kredibilitasnya di mata investor internasional.
Harapan dan langkah konkret
Kholid meminta calon Deputi Gubernur Senior memaparkan strategi konkret. Ini meliputi program untuk mengembangkan ekosistem keuangan syariah, kebijakan untuk menurunkan biaya pembiayaan, serta mekanisme perlindungan independensi BI dari tekanan fiskal.
Kepercayaan pasar internasional, menurutnya, menjadi kunci untuk keberlanjutan stabilitas ekonomi nasional. Dengan paparan yang jelas, DPR berharap kandidat dapat menjawab tantangan era turbulensi ekonomi global tanpa mengorbankan mandat utama bank sentral.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bupati Bener Meriah Ikuti Kick-Off Program Pemulihan UMKM 2026
Bupati Bener Meriah ikut Kick-Off Program Pemulihan UMKM 2026 secara virtual, bagian dari PRRP Sumatera untu...
Larisov Dapur Mamakei Sajikan Nasi Kebuli Cita Rasa Timur Tengah
Larisov Dapur Mamakei sajikan nasi kebuli ayam bergaya Timur Tengah yang disesuaikan untuk lidah Indonesia,...
UNY Hilirisasi Ubi Talas Jadi Produk Pangan Modern
UNY mengubah ubi talas jadi produk pangan modern dan melatih KWT Ngasem Mandiri di Kulon Progo untuk mengelo...
Wonotunggal Expo 2026: 51 Stand UMKM dan 4.063 Peserta
Wonotunggal Expo 28–30 Agustus di RTH Alun-alun Wonotunggal menampilkan 51 stand UMKM dan 4.063 peserta untu...
Cosy Crumbs Pertahankan Resep Asli di Tengah Tren Bakery
Cosy Crumbs di Manokwari mempertahankan resep asli untuk menjaga kualitas produk dan daya tarik konsumen di...
Hijab Berbarcode: Efaz Satukan Fashion, Teknologi, dan Literasi
Efaz hadirkan hijab berbarcode; konsumen memindai untuk mengakses karya tulis dan konten literasi via ponsel...